Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri ternak burung rangkong. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Rabu
Membedakan Jantan dan Betina Julang Sulawesi
ternak - Burung Julang Sulawesi atau juga dikenal dengan nama Rangkong Sulawesi adalah merupakan burung endemik Indonesia yang dilindungi oleh Undang-undang. Burung yang banyak diburu untuk dipelihara karena daya tarik keindahan dan keunikannya. So, bagi sobat yang tertarik coba membudidayakan nya langkah awal adalah mengetahui atau bisa mengetahui ciri-ciri rangkong sulawesi jantan dan betina, berikut adalah perbedaanya:
Julang Jantan
Julang betina
Julang Jantan
- Memiliki rufous pada bagian wajah dan leher.
- Mata berwarna oranye kemerahan.
- Pelindung kepala kemerahan yang lebih tinggi.
Julang betina
- Pada bagian wajahnya dan leher bewarna hitam.
- Pelindung kepala berwarna kuning.
- Mata kecoklatan.
( makassar )
Ciri Jantan dan Betina Burung Rangkong Papua
jayapura - Papuan Hornbill (Rhyticeros plicatus) juga dikenal sebagai Blyth ini Hornbill. Nama lokalnya di Tok Pisin adalah kokomo. Ini adalah spesies rangkong besar menghuni hutan kanopi di Wallacea dan Melanesia.
Ciri Burung Jantan
Burung jantan dewasa jenis ini memiliki bulu dasar dengan warna hitam dengan kepala berwarna emas atau oranye, tenggorokan putih dan ekor putih. Iris nya adalah cokelat kemerahan, dikelilingi oleh kulit biru pucat telanjang di sekitar mata.
Ciri Burung Betina
Ukuran tubuh betina lebih kecil dibandingkan dengan ukuran jantan, bulu tbuhnya didominasi warna hitam dengan tenggorokan dan ekor berwarna putih.
Saat burung rangkon ini terbang mengeluarkan suara sayap yang keras dan khas, seakan suara yang dikeluarkannya diibaratkan sama dengan suara uap yang keluar dari kereta uap.
( ternak )
Senin
Perkembangbiakan Enggang Sumatera Di Alam Bebas
ternak - Burung Enggang Sumatra atau juga dalam bahasa English disebut sebagai Great Hornbills ini di alam bebas pada saat musim kawin burung jantan dewasa akan mengeluarkan suara yang keras sebagai isyarat memanggil/menarik perhatian burung betina dewasa. Dan setelah mereka saling kenal mereka pun saling bercumbu dan bersahutan mengeluarkan suara kerasnya.
Burung Julang Sumatera ini seperti halnya dengan jenis burung Hornbills lainnya dalam memilih tempat untuk bersarang menetaskan dan membesarkan anaknya. Biasanya mereka memilih sarang di lubang pohon besar yang tua pada hutan yang lebat.
Rangkong Sumatera merupakan pasangan yang monogami yaitu jantan hanya memilih satu betina untuk kawin dan membesarkan anaknya. Induk betina akan membangun sarang di lubang batang pohon besar dan menutupnya dengan cara memplester dari bahan kotorannya. Induk betina akan tetap berada dalam sarang yang tertutup hingga anak-anaknya besar, sedangkan untuk sang jantan akan bertangung jawab mencarikan makan bagi si betina dan anaknya yang ada dalam sarang melalui celah sarang. Lamanya inkubasi betina menerami telurnya hingga menetas sekitar 38-40 hari.
Ketika anak mereka mulai besar dan sarang terasa sudah tidak muat oleh mereka, maka indukan betina mulai keluar dari sarang namun anak mereka tetap tinggal disarang tersebut dan lubang yang terbuka tadi ditutupkembali oleh induk dan anak yang ada dalam sarang meniru perilaku induknya.
Disaat sang anak sudah besar dan siap untuk belajar terbang maka mereka akan membuka lagi celah sarang mereka dan keluar untuk belajar hidup mandiri dengan masih didampingi kedua induknya.
Burung Julang Sumatera ini seperti halnya dengan jenis burung Hornbills lainnya dalam memilih tempat untuk bersarang menetaskan dan membesarkan anaknya. Biasanya mereka memilih sarang di lubang pohon besar yang tua pada hutan yang lebat.
Rangkong Sumatera merupakan pasangan yang monogami yaitu jantan hanya memilih satu betina untuk kawin dan membesarkan anaknya. Induk betina akan membangun sarang di lubang batang pohon besar dan menutupnya dengan cara memplester dari bahan kotorannya. Induk betina akan tetap berada dalam sarang yang tertutup hingga anak-anaknya besar, sedangkan untuk sang jantan akan bertangung jawab mencarikan makan bagi si betina dan anaknya yang ada dalam sarang melalui celah sarang. Lamanya inkubasi betina menerami telurnya hingga menetas sekitar 38-40 hari.
Ketika anak mereka mulai besar dan sarang terasa sudah tidak muat oleh mereka, maka indukan betina mulai keluar dari sarang namun anak mereka tetap tinggal disarang tersebut dan lubang yang terbuka tadi ditutupkembali oleh induk dan anak yang ada dalam sarang meniru perilaku induknya.
Disaat sang anak sudah besar dan siap untuk belajar terbang maka mereka akan membuka lagi celah sarang mereka dan keluar untuk belajar hidup mandiri dengan masih didampingi kedua induknya.
( medan )
Langganan:
Postingan
(
Atom
)



