Ternak Budidaya

Cara Memelihara

Menampilkan postingan yang diurutkan menurut relevansi untuk kueri reptil. Urutkan menurut tanggal Tampilkan semua postingan

Kamis

Salvadori, Biawak Batik Asal Papua

Tidak ada komentar :
jogja breeding - Biawak Papua nama latinnya Varanus salvadorii, salah satu jenis biawak yang berasal dari Papua yang sering disebut juga dengan nama Biawak Batik, Biawak Salvadori, Crocodile Monitor, Artelia. Biawak Salvadori merupakan dari salah satu 17 spesies biawak (jenis kadal berukuran panjang) yang ada di Indonesia, di antaranya Varanus timorensis,Varanus indicus, Varanus prasinus, Varanus komodoensis, dan Varanus nembulosus.

Jenis biawak Papua di habitat alam liar aslinya senang hidup di rawa-rawa mangrove, yang konon mampu tumbuh dengan panjang sekitar 4-6 meter, yang tentu saja panjangnya dapat menyangi Komodo. Namun tercatat baru biawak Papua terpanjang yang pernah ditemukan hanya memiliki panjang 2,44 meter.
sumber foto : reptileforums.co.uk
Karakteristik Fisik Biawak Papua
  • Moncong yang tumpul bulat merupakan ciri khas dari Biawak Salvadori, dengan gigi yang lurus.
  • Tubuh berwarna hijau gelap memiliki marking (pola) yang sangat menarik dengan totol-totol kuning terang pada bagian tubuh, pola ini lah Biawak Savadori di Indonesia disebut juga dengan nama Biawak Batik.
  •  Cakar melengkung menonjol.
  • Ekornya belang berwarna hitam berbalut kuning, dengan ukuran lebih panjang dari pada ukuran tubuh dari Biawak Papua itu sendiri.

Biawak Salvadori Sebagai Peliharaan
Dimasa sekarang ini memelihara reptil merupakan hobi yang telah umum, begitu juga Biawak pada saat ini telah menjadi hewan peliharaan yang sedang populer. Salah satu jenis Biawak yang sedang populer saat ini adalah Biawak Papua, reptil asal pulau Papua dengan pola (marking) yang dimilikinya memang lah sangat menarik serta Biawak Salvadori bisa dijinakan, meski pun terlihat menyeramkan bagi orang yang belum mengenal lebih jauh tentang biawak.

Biawak Batik ini memilki gerakan yang lincah selain itu juga mempunyai kemampuan menangkap mangsanya sangat baik mirip dengan ular. Dengan pemberian asupan pakan yang bagus Biawak yang konon panjangnya bisa menyamai ukuran komodo ini, sangat dianjurkan untuk ditempatkan pada tempat yang luas, terarium salah satu contoh yang tepat untuk Anda gunakan untuk memelihara Biawak Batik ini.

Kerajinan Kulit Biawak Papua
Selain sebagai hewan peliharaan, Biawak Papua yang memliki corak indah pada tubuhnya juga ditangkarkan untuk diambil kulitnya sebagai bahan kerajinan seperti ikat pinggang, tas, dll oleh para pengrajin kulit untuk dipasarkan dalam negeri maupun eksport.

Kehidupan Liar Biawak Papua Di Alam Bebas
Biawak Salvadori merupakan hewan Binatang Arboreal, sering menghabiskan waktunya bertengger di ranting pohong yang tinggi. Seperti halnya dengan binatang reptil yang lain, di habitat aslinya Biawak Batik Hidup melata di darat dan air.
Biawak Papua merupakan hewan nokturnal yang aktif berburu/mencari makan pada malam hari, sedangkan pada siang hari ia habiskan untuk tidur dan beristirahat diatas pohon.

Pakan Biawak Papua Di Alam Bebas
Sebagai hewan pemakan daging (karnivora), biawak Batik menyukai jenis makanan yang sangat menyukai makanan yang hidup atau masih segar, diantaranya ikan, serangga, telur penyu, telur burung, dll oleh karena itu lah gerakan yang dimiliki oleh biawak ini sangat gesit dan lincah karena dengan kemampuan itu akan mempermudah dalam mencari makan.

Pakan Biawak Papua Sebagai Hewan Peliharaan
Jika Anda hendak memelihara Biawak Salvadori sebagai hewan peliharaan di rumah, Anda harus memperhatikan betul gizi pada pakan yang Anda berikan. Tikus putih, ayam bisa Anda berikan pada Biawak kesayangan sebagai menu utama, sedangkan untuk cemilan bisa anda berikan serangga.
Untuk menambah nilai gizi yang terkandung dalam pakan yang akan kita berikan misal tikus putih, sebelum kita berikan kepada biawak, tikus putih bisa kita pelihara terlebih dahulu dengan memberinya vitamin dan mineral .

Pemberian Pakan berupa tikus putih terhadap biawak batik cukup kita berikan 2 ekor saja setiap harinya. Namun jika Anda terkendala ukuran tempatnya/aquarium yang kecil, pemberian pakan berupa tikus putih 3 kali dalam seminggu akan memperlambat pertumbuhan tubuhnya agar tidak cepat besar dan panjang.

Syarat Terarium Yang Bagus Untuk Biawak Papua
Mungkin diantara kita tidak menyangka bahwa Biawak Papua yang bisa mencapai panjang 4-6 meter ini di alam bebas habitat aslinya ia lebih sering memakan berbagai jenis serangga. Sedangkan jika Biawak Salvadori kita pelihara dengan penanganan yang baik, binatang yang tadinya liar ini bisa jinak.

Memelihara Biawak Papua akan terlihat semakin menarik jika kita tempatkan pada Terarium atau Virarium yaitu media atau wadah yang terbuat dari kaca atau plastik transparan berisi tanaman, dengan begitu maka akan membuat biawak salvadori yang kita pelihara akan merasa nyaman karena terasa berada dialam habitat aslinya.

Dan apabila biawak batik yang akan Anda pelihara ditempatkan pada terarium, maka ada beberapa fasilitas yang harus kita sediakan didalamnya diantaranya berilah tenggeran dari kayu atau plastik yang kokoh, karena cengkraman dari kelima jari biawak ini sangat kuat, bisa mematahkan tempat bertenggernya itu. Tempat minum, serta dekorasi lainnya seperti lampu sinar ultraviolet yang bisa membantu sebagai pengganti sinar matahari, karena seperti layaknya binatang reptil lainnya yang membutuhkan sinar matahari untuk berjemur guna memperoleh vitamin D. Agar kesehatan biawak papua yang kita pelihara senantiasa tetap sehat maka kebersihan terarium harus senantiasa kita perhatikan serta kelembapan suhu harus dijaga.

Senin

Alligator Snapping Turtle Kura Air Tawar Yang Eksotik

Tidak ada komentar :
jakarta reseller - Alligator Snapping Turtle atau nama latinnya Macrochelys Temminckii ini dikalangan para pecinta reptil khususnya kura-kura lebih dikenal dengan nama Kura-kura Aligator. Jenis hewan reptil purba (primitif) air tawar ini berasal dari Amerika ini mampu berumur hingga 200 tahun jika hidup dialam bebas/liar, dan jika hidup dalam peliharaan/penankaran mampu bertahan hingga usia 80-120 tahun.

Berbeda dengan reptil lainnya yang sering berjemur dibawah sinar matahari, Kura-kura Aligator merupakan hewan full aquatic (hidup dalam air) yang lebih suka tinggal di dalam air sungai dengan aliran air sungai deras namun kura jenis Alligator ini juga dijumpai di danau. Hanya disaat akan bertelur saja betina Alligator Snapping Turtle akan keluar air, yang biasanya ditempat lapang.

Penyebaran dan Habitat Kura Alligator Snapping 
  • Perairan Amerika Tenggara dari kawasan Texas Timur bagian timur sampai ke wilayah Florida,
  • Utara sampai tenggara Kansas,
  • Missouri,
  • Lowa bagian tenggara,
  • Sebelah barat Illinois,
  • Indiana bagian selatan,
  • Sebelah barat Kentucky,
  • Sebelah timur Tennessee.
Alligator Snapping Turtle (Macrochelys Temminckii) merupakan sepupu jauh dari Common Snapping Turtle (Chelydra serpentine) hal ini bisa kita secara sekilas keduanya memiliki kemiripan. Dihabitat asalnya Macroclemys 3 spesies yang pernah ada. Macroclemys yang masih ada adalah M.temminckii, sedangkan M.schmidti dan M.auffenbergi telah punah.

Ciri Fisik Alligator Snapping Turtle
  • Memiliki Rahang yang kuat serta ukuran kepala yang besar .
  • Tedapat tiga scute dorsal yang berukuran besar pada tempurung.
  • Ekor berukuran panjang dibandingkan dengan kura-kura pada umumnya.
  • Warna yang sering ditemukan adalah hitam, coklat , abu-abu.
  • Panjangnya mampu mencapai ukuran hampir 3 kaki ( 80 cm).
  • Beratnya bisa mencapai 68-80 kg bahkan lebih (Di Sheed Aquarium Chicago, terdapat kura Alligator seberat 133 Kg. Pada tahun 1937 di Kansan, Amerika berdengar kabar bahwa pernah ditemukan kura Alligator dengan berat 183 Kg namun berita tersebut tidak bisa dipastikan kebenaranya.).
Reproduksi Kura Alligator Dihabitat Asalnya
Usia 11-13 tahun merupakan masa dimana kura kura Alligator sudah aktif untuk bereproduksi/kawin, dihabitat asalnya musim kawin pada kura-kura jenis ini berlangsung tahunan pada musim semi di utara dan awal semi diselatan.  Induk betina kura-kura Alligator akan bertelur kurang lebih 2 bulan setelah kawin, sekali bertelur betina kura Alligator akan mengeluarkan telur sekitar 10-50 butir telur yang ia letakkan disarang yang telah dibuatnya. Agar sarangnya tidak tergenang oleh air, betina kura Alligator biasanya akan membuat sarang untuk bertelur berjarak kurang lebih 50 m dari tepian air. Selama 100-400 hari lamanya diperlukan untuk penetasan (inkubasi) telur-telur kura Alligator.

Makanan Alligator Snapping Turtle Di Alam Liar
Meskipun Kura-kura Alligator tergolong dalam hewan karnivora (pemakan daging), namun kura-kura jenis ini juga kadang makan. Dalam menangkap mangsanya, kura alligator memiliki teknik yang sangat unik yaitu dengan cara menjulurkan lidahnya yang berwarna kemerahan dan berbentuk panjang seperti cacing, disaat mangsa buruannya mulai mendekati dengan sikap ditangkapnya, karena tekniknya itulah kura Alligator ini sering disebut juga dengan nama kura-kura pemancing. Dialam liar habitat aslinya kura ini makanan gemerannya adalah amfibi, ikan, invertebrata hingga ular dan anak buaya pun pernah diketahui dimakan olehnya, bahkan kura ini juga bisa menjadi kanibal (memakan sesama kura).

Kekuatan Rahang Alligator Snapping Turtle
Dengan melihat tampiannya yang seram saja pasti kita tak akan ciut nyali untuk memegangnya karena takut jika digigit olehnya, jika Anda memegangnya maka hati-hatilah dengan rahang/gigitan kura-kura Alligor ini, karena jika dibandingkan dengan kekuatan gigitan ikan hiu, jaguar serta beruang coklat sekalipun belum seberapa bila dibandingkan dengan kekuatan gigitan kura kura aligator. Berikut adalah perbandingan kekuatan gigitannya: ikan Hiu 669 PSI, Jaguar 700 PSI, Beruang coklat 740 PSI kekuatan gigitan Alligator Snapping Turtle mencapai 1004 PSI. Dengan kekuatan itu dalam gigitan lemah saja sudah cukup untuk memotong jari-jari manusia .

Harga Alligator Snapping Turtle Di Indonesia
Alligator Snapping Turtle memanglah mempunyai keunikan dan keunggulan yang tidak dimiliki kura-kura lain sehingga banyak diburu untuk dipelihara di rumah, yang sudah barang tentu hal ini menyebabkan kura jenis ini terancam punah dan belum lagi rusaknya habitat asli mereka makin memperburuk perkembangan populasi Alligator Snapping Turtle. Di perdagangan hewan peliharaan di Indonesia, Sekitar 1-2 juta rupiah untuk harga seekor anak (baby) kura kura Alligator.

Standar Dalam Merawat Alligator Snapping Turtle
Keunikan dari Alligator Snapping Turtle (AST) memanglah banyak memikat hati para pecinta kura-kura, namun hendaknya bagi setiap orang yang hendak mengadopsi AST pastikan mengetahui cara merawat yang baik agar AST yang dipelihara senantiasa sehat dan berumur panjang, adapun cara perawatannya bisa Anda simak seperti berikut ini:
  • Gunakan akuarium dengan tinggi dan lebar yang memadai.
  • Ketinggian air tidak perlu terlalu tinggi, yang penting punggungnya terendam.
  • Gunakan air yang sudah diendapkan selama 24 jam, hindari penggunaan air PAM air yang mengandung kaporit (berkadar besi tinggi) bisa menyebabkan kematian AST.
  • Suhu air juga dijaga agar stabil.
  • Ganti air setiap seminggu sekali atau bisa juga 2 minggu sekali, karena AST sendiri adalah hewan yang pasif dan jarang berenang sehingga air akan tampak jernih lebih lama.
  • Jika akuarium tanpa sitem filter air maka lakukan pegantian air setiap 2 atau 3 hari sekali.
  • Pemberian pakan disesuaikan dengan usia AST, berikan 3 atau 4 ekor ikan tiap hari.
Pakan Alligator Snapping Turtle Sebagai Hewan Peliharaan
Sebagai hewan peliharaan yang bisa kita tempatkan di akuarium maupun kolam, kura-kura Alligator cukup kita berikan pakan berupa ikan-ikan kecil karena memang itulah makanan kesukaanya. Hal ini tentu akan mempermudah Anda yang memeliharanya di rumah namun sering kali harus berpergian ke luar kota selama beberapa hari. Alligator Snapping Turtle tidak memerlukan perawatan yang ekstra, kita tinggal memasukan beberapa ikan-ikan kecil yang (perkirakan kebutuhan jumlah pakannya selama Anda pergi) kedalam akuarium/kolam sebagai stok pakan untuk kura Alligator kesayangan kita. Selain itu Jenis ikan untuk makanannya juga tidak harus ikan khusus, namun perlu Anda pehatikan kelayakan ikan-ikan kecil yang kita berikan tadi pastikan ikan yang sehat agar kesehatan kura Alligator kita tetap terjaga selama kita tinggal.

Cara Memegang Alligator Snapping Turtle
Sepeti kita ketahui, Alligator Snapping Turtle (AST) mempunyai kekuatan gigitan rahang yang mampu memotong jari manusia oleh sebab itu untuk memegang kura kura ini perlu mengetahui teknik/cara memegang kura Aligator yang benar, tentu kita tidak mengingginkan hal itu terjadi. Maka jika Anda memegang AST peganglah bagian atas tempurung dan bagian bawah tubuh kura-kura dengan hati-hati, hal ini agar kepala/rahang AST tidak mampu mengapai tangan kita.
foto by agus etawa pemula
Fakta dan Keunikan Alligator Snapping Turtle (AST)
  • Kura AST diyakini hewan purbakala.
  • Mampu mencapai usia 200 tahun.
  • Merupakan salah satu kura kura air tawar tebesar.
  • Bentuk yang eksotik menyerupai buah durian.
  • Mlut yang menyerupai paruh burung.
  • Cara berburu mangsa sangat unik, dengan cara mengelabuhi mangsanya.
Bagi Andayang penasaran bagaimana sakitnya jika digigit Alligator Snapping Turtle silahkan tonton video berikut ini, bagaimana ganasnya AST mengigit pantat orang dengan rahangnya yang kuat.


Sabtu

Kura Ambon Si Kura-kura Batok

Tidak ada komentar :
medan ternak - Cuora amboinensis nama latinnya, jenis kura yang ada di Indonesia ini memiliki banyak nama diantaranya kura batok, kura kotak, kura katup dan kura dada, namun dari sekian nama jenis hewan reptil ini lebih populer disebut kura-kura Ambon. Meskipun bernama memakai kata Ambon, kura-kura ini bukanah reptil endemik yang hanya ada di pulau maluku (Ambon). Di Indonesia Kura Ambon tersebar dan juga dapat di jumpai di Pulau Sumatra, Pulau Sulawesi sedangkan di Negara asia lainnya kura Ambon juga dapat di temui di India timur (Assam), Bangladesh, Sri Lanka serta Filipina, Malaysia dan Brunei.

Kura yang dalam bahasa Inggris disebut sebagai Amboina Box Turtle atau Southeast Asian Box Turtle ini memiliki karakter/ciri fisik:

  • Warna kepala hitam dengan tiga garis kuning yang khas: pada sekeliling tepi kepala di atas mata, pada pipi, dan pada bibirnya.
  • Karapas (tempurung punggung) cenderung membulat tinggi dengan warna kehitaman dan kecoklatan.
  • Plastron (tempurung perut) yang dapat ditekuk menurut garis melintang, dengan demikian kepala serta tungkainya dapat disembunyikan. Berwarna krem (putih kotor) terdapat bercak-bercak kehitaman.
  • Pada karapas terdapat tiga buah lunas (tonjolan memanjang), yakni di tengah keping-keping perisai vertebral dan di kanan kirinya pada keping-keping kostal dekat perbatasan dengan keping vertebral.
  • Untuk kura jantan plastron berbentuk cekung (agak lengkung) sedangkan jenis kura Ambon betina plastron tidak berlekuk (datar).
  • Sepanjang tepi kakinya terdapat garis kuning.

Dibedakan dari warna dan bentuk tempurungnya, Kura Ambon memiliki 4 subspesies, diantaranya:
  • Cuora amboinensis amboinensis – menyebar di pulau-pulau Indonesia timur: Sulawesi, Maluku, (Ambon, Buru, Halmahera, Seram), Timor dan pulau-pulau kecil di sekitarnya.
  • Cuora amboinensis couro – pulau-pulau Indonesia bagian barat: Sumatra (Simeulue, Nias, Enggano), Jawa, Bali dan Sumbawa.
  • Cuora amboinensis kamaroma – (Ingg. Malayan Box Turtle). Menyebar di daratan Asia Tenggara: Indocina (Vietnam tengah dan selatan, Kamboja & Laos selatan), Thailand, Semenanjung Malaysia, dan Singapura.
  • Cuora amboinensis lineata – Terbatas di Burma.

Habitat dan Pakan Kura Ambon Dialam Bebas
Kura Ambon sangat menyukai habitat didaerah lahan basah, seringkali ditemui di sungai besar maupun kecil, rawa-rawa, dan bahkan sawah. Bersifat omnivora, kura-kura ini menyukai bahan nabati (tumbuh-tumbuhan) sebagai makanannya, namun juga mau memangsa ikan dan udang.

Cara Merawat Kura Ambon Sebagai Hewan Peliharaan
Kura Ambon merupakan salah satu jenis kura lokal yang menjadi primadona bagi para pecinta reptil khusunya kura-kura, oleh karenanya kura jenis ini banyak dipasar hewan peliharaan. Bentuknya yang eksotis serta memiliki sifat karakteristik yang ramah bisa bersahabat dengan manusia membuatnya naik daun sebagai hewan peliharaan dikalangan pecinta kura-kura.

Bagi Anda yang hendak memeliharanya, sangat disarankan untuk membeli yang masih anakan, dengan memelihara sejak kecil Anda akan lebih mudah akrab bermain bersamanya, bisa handle dan memberi makan diatas telapak tangan tanpa rasa takut kura akan lahap memakan pakan yang kita beri. Dan ketika sudah besarpun kita bisa memberi pakan langsung dari tangan (meyuapi).

Sebagai hewan peliharaan, kura kura Ambon tergolong mudah dalam perawatannya karena kura jenis ini termasuk hewan omnivora (pemakan segala) kita bisa memberinya makan berupa jangkrik,udang, sayuran, ikan kecil, pelet serta jenis pakan lainnya.

Ada yang perlu Anda ketahui bahwa kura Ambon merupakan hewan semi-aquatic yang artinya hidup didalam air namun sesekali ia akan kepermukaan (darat) untuk berjemur. Oleh karena itu jika Anda memeliharanya baik diletakan didalam aquarium maupun kolam perlu setting sedemikian rupa agar kura tumbuh dengan baik. Adapun setting aquarium dan kolam sama yaitu kedalaman air berikan hingga batas kepala kura-kura, untuk daratan 25% dan air 75%.

Di habitat alam aslinya meskipun kura-kura Ambon tergolong kura-kura air, namun lebih sering berada di daratan dan masuk ke Air yang Dangkal untuk mencari makan / sekedar menghilangkan Dehidrasinya.

Panduan Bagi Pemula Saat Membeli Biawak

Tidak ada komentar :
puchong lovers - Meskipun umumnya pada sebagian masyarakat masih menganggap reptil (terutama Biawak) merupakan hewan liar yang membahayakan atau bahkan tak sedikit yang beranggapan itu merupakan hewan yang menjijikan dan berbahaya. Namun pada saat ini memelihara yang dulunya dianggap sebagai peliharaan yang extrem extreme, kini telah banyak para wanita yang memilih biawak sebagai hewan kesayangan mereka karena sebenarnya sebenarnya Biawak tergolong jinak, asalkan tahu cara merawatnya.

Saat ini, tidak sedikit orang yang memelihara hewan reptil ini. Nah bagi Sobat yang baru pertama kali memelihara Biawak, ada beberapa hal yang mesti Sobat perhatikan saat Sobat membeli Biawak  di toko hewan peliharaan maupun dari tempat peternaknya langsung.

  • Pehatikan apakah Biawak yang akan kita beli aktif terjaga, yang menandakan bahwa biawak tersebut sehat. 
  • Selain itu cek apakah Biawak tersebut memiliki selera makan makan, bisa Sobat cobalah beri dia makan. 
  • Perhatikan pada kulitnya, cek apakah biawak tidak terlihat dihinggapi parasit dan penyakit kulit lainnya dan perhatikan juga badannya, pilih yang padat berisi. 
  • Cek kelengkapan dari kuku dan ekornya. 
  • Cek keadaan mulut biawak, mulut biawak mesti selalu tertutup rapat serta hanya tempat keluarnya lidah yg terbuka sedikit. Juga lidah tampak bersih dari penyakit atau tindikkan. 
  • Cek mata biawak, mata harus bersih. 
  • Perhatikan nafas biawak, nafas biawak tidak berbunyi serta tidak ada gejala sakit meskipun terkadang di tahap awal mau dipegang ada beberapa jenis biawak yang mengeluarkan suara mendesis. Namun saat di pegang dan tenang, suaranya kembali normal. 
  • Coba pindahkan biawak ke tempat yang lebih datar permukaannya, jika ada keanehan saat biawak berjalan berarti ada yang salah. 
  • Cek apakah kandangnya bersih dan terpelihara, jika bersih bisa anda pilih. 

Semoga sedikit tips dasar dalam memilih biawak saat membeli bisa bermanfaat bagi Sobat reptil.( gadis )

Keunikan Pertahanan Diri Kadal Soa Payung

Tidak ada komentar :
kelantan - Soa Payung  atau dalam bahasa latinnya lebih dikenal dengan nama Chlamydosaurus kingii adalah binatang reptil yang memiliki teknik pertahanan diri yang unik untuk menghindar dari ancaman pemangsanya dialam liar. Sesuai dengan keunikan yang dimilikinya,  Spesies kadal yang satu-satunya anggota dari genus Chlamydosaurus ini berasal dari Autralia bagian utara selain itu juga ditemukan juga terdapat di selatan Papua New Guinea.

Jenis reptil yang memiliki penampilan garang ini juga lebih dikenal dengan nama Frilled Dragon atau ada juga yang menyebutnya dengan nama Frilled Lizard. Pemberian nama berdasarkan jumbai yang ada pada lehernya, jumbai ini biasanya digunakannya untuk mempertahankan diri atau menakut-nakuti hewan lain yang dianggapnya sebagai ancaman dengan cara mengembangkan jumbai melingkar sehingga membuat tubuhnya seolah-olah terlihat lebih besar. ( breeding )

Kamis

Limnonectes Larvaepartus Jenis Katak Yang Melahirkan

Tidak ada komentar :
Indonesia - Setahu kita bahwa selama ini katak merupakan salah satu hewan yang bereproduksi dengan cara bertelur. Namun dihutan pedalaman Sulawesi terdapat katak unik bernama latin/ilmiah Limnonectes larvaepartus ini cara reproduksinya dengan cara melahirkan kecebong. Berikut adalah berita selengkapnya yang kami dapat dari kompas.

Djoko Tjahjono Iskandar, herpetolog (pakar katak dan reptil) yang menemukan spesies tersebut mengungkap kisah panjang di balik penemuan katak yang tersebar di Sulawesi bagian barat dan dunia itu.

"Sebenarnya, kita sudah menjumpai pertama kali katak itu sejak tahun 1991. Waktu itu ada ahli asal Chicago yang ikut meneliti bersama kita," ungkap Djoko yang meneliti katak dan reptil sejak tahun 1975.

Penemuan tak segera dipublikasikan karena ada 2 masalah. Djoko menjumpai sejumlah spesies katak yang mirip sehingga jenis katak yang melahirkan itu belum bisa dikonfirmasi sebagai spesies baru.

Permasalahan lain, Djoko belum mengetahui persebaran katak yang melahirkan kecebong serta belum memiliki jumlah sampel individu dan perjumpaan proses melahirkan yang cukup untuk meyakinkan publik.

Djoko pun harus menunggu beberapa lama untuk memaparkan temuannya. Tahun 1998, dalam sebuah seminar di Manado, Djoko baru memaparkan pertama kali adanya jenis Limnonectes larvaepartus, namun belum menyebut nama spesies dan proses reproduksinya.

Setelah seminar itu, Djoko beserta tim peneliti lain dan mahasiswanya terus menggali informasi tentang katak tersebut. Ia beberapa kali melaksanakan ekspedisi, masuk ke hutan-hutan di Sulawesi.

"Dari situ saya sebenarnya berencana menulis makalah tebal, 200 halaman. Tapi kemudian saya mengetahui ada tim peneliti lain yang juga mempelajari spesies yang saya temukan," urai Djoko.

Akhirnya, tahun 2014, lewat kerjasama dengan Ben J Evans dari McMaster University di Kanada dan Jimmy A McGuire dari University of California di Berkeley, Djoko merasa perlu untuk memublikasikan temuannya.

Untuk mengidentifikasi sebagai spesies baru, bukan hanya ciri-ciri fisik yang digunakan, tapi juga analisis molekuler yang mengungkap kekhasan genetik suatu spesies. Data tingkat genetik membuat kebaruan spesies tak terbantahkan.

Jadilah kemudian spesies Limnonectes larvaepartusdipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada 31 Desember 2014 lalu. Dalam publikasi itu, Djoko menyatakan bahwa katak tersebut adalah satu-satunya katak di dunia yang melahirkan kecebong.

Djoko menceritakan, sepanjang tahun 1991 hingga 2014 lewat beragam ekspedisi, dirinya berhasil membuktikan sebanyak 19 kali bahwa spesies Limnonectes larvaepartus memang bisa melahirkan.

"Kita pernah amati langsung. Saat dipegang katak itu memang bergoyang-goyang dan akhirnya keluar kecebong," cerita ahli katak yang meraih gelar doktor dari Université Montpellier 2 di Montpellier Perancis ini.

"Kita juga pernah bedah katak itu. Kita temukan telur yang sudah dibuahi dan kecebong. Telurnya lalu kita pindahkan ke gelas plastik dan setelah ditunggu memang lalu menetas menjadi kecebong," imbuhnya.

Dalam ekspedisi terakhir di Sulawesi sebelum publikasi, Djoko bercerita betapa dirinya harus berjuang saat menjelajahi hutan. "Maklum sekarang sudah tua," ucapnya yang kini telah berusia 64 tahun.

Bersama Evans dan McGuire, Djoko bertahan satu bulan di dalam hutan meneliti katak yang mengejutkan dunia itu. "Lutut kadang bengkak. Tapi tua bukan alasan untuk tidak masuk hutan," ucapnya.

Kini Limnonectes larvaepartus masih menyisakan teka-teki. Pejantan spesies itu tak memiliki penis. Pertanyaannya kemudian, bagaimana sperma bisa disetor ke dalam tubuh betina dan membuahi sel telur?

Djoko mengatakan, penelitian masih perlu dilakukan. 'Mungkin kita perlu taruh di akuarium agar bisa diamati. Tapi tidak mudah juga membawa spesimen hidup ke luar hutan, apalagi ke Jawa. Kita tunggu ada kesempatan dan dana dulu," katanya.

http://sains.kompas.com/read/2015/01/08/16341071/Kisah.Ilmuwan.ITB.Menemukan.Satu-satunya.Katak.di.Dunia.yang.Melahirkan.Kecebong

Selasa

Beda Jantan dan Betina Kodok Pacman

Tidak ada komentar :
cek harga - Kodok pacman atau disebut juga cranwell frog ini merupakan salah satu hewan reptil yang sedang naik daun kepopulerannya sebagai hewan peliharaan. Jenis kodok yang berasal dari benua Amerika ini tergolong memiliki harga yang lumayan tinggi, oleh karena itu banyak para peternak dan penghobi berusaha membudidayakannya.

Barang kali Sobat reptil kebetulan telah memiliki 2 ekor Katak Pacman ini, dan masih belum paham cara membedakan atau mengetahui ciri-ciri jantan dan betina, So, Sobat bisa simak berikut ini:

Untuk membedakan apakah katak tersebut berjenis kelamin jantan atau betina pertama Sobat bisa melihatnya dari ukuran tubuhnya pada saat posisi duduk yaitu untuk Katak betina berukuran max. 13.3 cm sedangkan  jantan berukuran lebih kecil dari betina dengan max. 10.8 cm.
Selain itu Sobat jenis kelamin biasanya baru bisa dilihat saat mereka sudah beranjak dewasa dengan tanda-tanda yang dapat terlihat jelas.Pada betina posisi dibawah dagu lehernya terdapat bintik-bintik hitam yang jarang sedangkan pada jantan bintik-bintik hitam rapat dan banyak disertai dasar abu-abu kehitaman.
Tanda lainnya adalah ada nuptial pads (semacam benjolan pada kedua jempol kaki depan) pada jantan disertai tompel hitam. Sedangkan pada betina tidak ada.

( borneo lovers )

Kamis

Memilih Induk Bulus Jantan dan Betina Untuk Penangkaran

Tidak ada komentar :

kalimantan sumatera - Labi-labi, Hewan reptil yang satu ini dulunya hanya dikenal sebagai hama bagi petani namun pada era sekarang ini, bulus sudah mulai dibudidayakan oelh para peternak hal ini karena semakin meningkatnya permintaan pasar baik dikonsumsi maupun dipelihara sebagai hewan peliharaan penghias akuarium.

Nah jika sobat tertarik untuk mengembangbiakan bulus, sobat perlu mengetahui Labi-labi yang hendak dipijahkan di kolam pemijahan harus memenuhi persyaratan khusus, di antaranya umur dan ukuran. Selain itu, perbandingan antara induk jantan dan betina harus tepat. Adapun ciri induk jantan dan betina yang baik sebagai berikut.

Ciri induk yang berkualitas
Betina
  1. Umur sudah mencapai 2 tahun atau lebih.
  2. Ukuran tubuhnya lebih kecildibandingkan jantan.
  3. Ekor induk betina pendek dan tidak menonjol keluar dari cangkangnya.
  4. Bentuk cangkangnya lebih bulat dan lebih tebal.
  5. Jarak antar kedua kaki belakang lebih panjang, karena erat kaitannya dengan proses bertelur.
  6. Alat kelamin tumpul.

Jantan
  1. Umur sudah mencapai 2 tahun atau lebih.
  2. Ukuran tubuhnya lebih besar dibandingkan betina, kadang-kadang dua kali besarnya.
  3. Ekor induk jantan lebih panjang dan menonjol keluar dari cangkangnya.
  4. Bentuk cangkangnya lebih oval dan dan lebih tipis.
  5. Jarak antar kedua kaki belakang lebih pendek.
  6. Alat kelamin lancip.
( pemasok )

Sabtu

Penjelasan Satwa Yang Dilindungi CITES dan PP RI 7 tahun 1999

Tidak ada komentar :
kolektor hewan - Akhir-akhir ini banyak pedagang satwa dilindungi yang diciduk oleh aparat. Dan penghobi satwa eksotik pun kelimpungan bertanya kiri-kanan apakah satwa peliharaannya termasuk dilindungi atau tidak. Lalu kemudian beredar desas desus mengenai status Appendix 1 hingga 3 yang disalahgunakan menjadi tolak ukur dilindungi atau tidaknya suatu satwa di Indonesia.
Tentunya sebagai penggemar satwa, nama latin dari satwa peliharaan umumnya tidak asing bagi penghobi, dimana nama latin digunakan untuk identifikasi spesies secara spesifik.

Istilah Hewan Dilindungi
Sebagai penghobi dan warga negara yang baik tentunya kita memiliki tujuan yang sama yaitu melestarikan hewan eksotik yang kita cintai, mulai dari reptil, mamalia, maupun keluarga aves atau burung. Namun sudahkah kesadaran akan istilah dilindungi dimengerti 100% oleh kita ?
Berawal dari kegatelan di mata membaca komentar di postingan facebook bahwa hewan Appendix 1 atau 2 diidentikan dengan hewan dilindungi dan seterusnya, maka dengan tulisan sederhana ini untuk meningkatkan kesadaran kita bersama mengenai status hewan yang dilindungi maupun tidak di negara ini. Aturan yang mengikat dan berlaku mengenai hewan dilindungi di Indonesia adalah PP RI 7 tahun 1999 mengenai Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi dan, Istilah Appendix 1-3 tidak berlaku untuk jual beli/pemeliharaan/pengembangbiakkan satwa di Indonesia.

Penjelasan
CITES atau Convention on International Trade of Endangered Species of Fauna and Flora, atau dalam bahasa kita nih, Konvensi Perdagangan International dari Spesies Fauna (hewan) dan Flora (tumbuhan). Yang artinya, CITES yang memiliki istilah Appendix tidak mengacu pada perdagangan satwa dalam negeri. Misalnya si A warga Jakarta membeli kucing hutan (Felis bengalensis) dari si B warga Bandung. Maka peraturan yang berlaku untuk menangkap si A dan B adalah PP RI 7 tahun 1999 tersebut, karena sudah memperjualbelikan satwa langka.
sementara jika ingin memperjualbelikan spesies ini keluar negeri, hanya diizinkan apabila ada pengecualian keadaan.

Cara kerja CITES
Adalah dengan menilai perdagangan internasional  suatu spesimen dari species terpilih untuk menjaga kontrol tertentu. Semua impor , expor, expor ulang dan pengenalan berbagai spesies yang dilindungi oleh Konvensi harus disetujui melalui sistem lisensi. Setiap Anggota Konvensi harus menunjuk satu atau lebih Badan Otoritas Perlindungan yang mengatur sistim lisensi ini dan satu atau lebih Badan Otoritas Sains, untuk menasehati Otoritas Perlindungan tersebut atas efek yang ditimbulkan apabila ada perdagangan atas suatu spesies.
Spesies yang dilindungi oleh CITES terdaftar dalam 3 lampiran (appendix), tergantung dari tingkat perlindungan yang mereka butuhkan. Jadi, intinya tidak semua hewan yang masuk CITES Appendix 1 atau 2 itu dilindungi PP RI 7 tahun 1999, contohnya :

Kakatua Alba
Burung Kakatua Alba/ jambul payung (Cacatua alba)  - CITES Appendix 2 - tidak dilindungi PP7 th 99

Kakatua rawa
Burung Kakatua Rawa (Cacatua sanguinea) - CITES Appendix 2 - tidak dilindungi PP7 th 99

Sementara, yang termasuk dilindungi:
Sanca Bodo
Ular Sanca Bodo (Python molurus) - CITES Appendix 2 - dilindungi PP7 th99

Kucing Hutan
dan lain lain
So, mulai sekarang biasakanlah untuk menggunakan istilah yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman antar penghobi. Karena kesalahpahaman dapat menjerumuskan
oleh Georgian Marcello untuk penghobi satwa eksotis Indonesia.( lumajang )

Minggu

Pakan Burung Enggang Sumatera

Tidak ada komentar :
bukit tinggi - Burung Enggang Sumatera atau juga dukenal dengan nama Great Hornbills ini penyebarannya  dari Asia Selatan dan Asia Tenggara diantaranya terdapat di negara Thailand, Burma, Malaysia dan Indonesia. Di alam liar hutan tropis yang lebat para Burung dewasa biasanya akan berkumpul dalam kelompok yang kecil saat mencari makan.

Great Hornbill merupakan pemakan buah-buahan kaya lipid dari Lauraceae dan Myristicaceae, Persea, Alseodaphne dan Myristica. Keberadaan burung Rangkong didalam hutan sangatlah berperan penting dalam penyebaran berbagai macam jenis biji-bijian yang mereka makan, sisa makanan/biji kemudian tumbuh menjadi tunas pohon baru. Selai buah Burung Julan ini juga memakan mamalia kecil seperti burung kecil, reptil kecil serta serangga. ( pemasok )

Faktor Penyebab Egg Binding

Tidak ada komentar :
kupang - Egg Binding atau disebut juga Egg Bound merupakan masalah yang paling sering terjadi pada jenis hewan yang cara berkembangbiaknya dengan bertelur (reptil, unggas). Sudah barang tentu masalah ini terjadi pada hewan betina. Egg Binding atau masyarakat Indonesia menyebutnya telur lengket/terjepit bisa menjadi masalah serius bila tidak tertangani secara  teliti dan hati-hati, banyak sekali yang berakhir dengan kematian.
Oleh karena sebagai peternak tentulah kita wajib mengetahui faktor penyebab Egg Binding pada burung, diantaranya adalah :
  • Infeksi dan trauma pada saluran reproduksi,
  • Sarang tidak memadai
  • Bertelur yang berlebihan
  • Obesitas
Masalah lain yang lebih penting adalah gizi pada burung peliharaan kita. Burung yang tidak terpenuhi kebutuhan asupan kalsium  sangat rentan mengalami egg binding. Salah satu contoh kekuarangan kalsium yaitu telur yang  terlalu lembek sehingga susah kleuar untuk menembus kloaka.( peternak itik )

Selasa

RES Lemon Yellow Albino Kura Brazil yang Lucu

Tidak ada komentar :

Kura unik dan langka - Lemon Yellow Albino Red Eared Sliders hewan reptil peliharaan paa pecinta kua ini memang jarang terdengar karena memang jenis ini adalah merupakan kura brazil yang langka.

Keunikan dari jenis Lemon Yellow Albino ini terletak pada warna yang lebih cerah daripada RES albino, mereka memiliki warna yang lebih dalam, lebih kaya, dan lebih banyak warna kuning keemasan pada kulit dan karapasnya. Pupil mata biasanya berwarna lebih gelap (merah tua) daripada RES albino biasa.
( jambi )

Minggu

Membuat Pakan Lolohan Piyik Kingfisher

Tidak ada komentar :
peternak - Burung Raja-udang atau sering juga disebut burung Cekakak Belukar ini sering dicai oleh para pecinta burung kicau yang digunakan sebagai burung masteran. Menurut para senior/pakar burung kicau, memelihara burung jenis ini lebih bagus sejak masih dalam lolohan. Sobat bisa mendapatkan anakan Burung ini dari para penangkar atau bisa juga didapatkan dialam bebas.

Perlu diketahui bahwa makanan jenis burung yang dalam bahasa Inggris disebut Kingfisher ini dialam liar sering berburu ikan kecil, reptil kecil dan serangga. Nah, adapaun sobat satwa yang hendak meloloh sendiri anakan buung Raja-udang bisa sima panduan membuat bubur lolohan sebagai berikut ini.

Bahan yang perlu dipersiapkan:
  • 2 sendok makan kroto segar,
  • 50 gram Pur,
  • 5 butir minyak ikan,
  • 6 butir kuning telur puyuh rebus,
  • Griit halus secukupnya,
  • Ebod Vit
Cara Pembuatan:
  1. Campurkan pur, kuning telur puyuh rebus, griit, kroto. Lalu masukan semua bahan tersebut ke dalam mesin blender dan giling dalam keadaan kering (Dry),
  2. Setelah adonan halus, tambahkan minyak ikan dan Ebot Vit secukupnya,
  3. Setelah semua bahan tercampur, tambahkan air panas secukupnya lalu diaduk sampai menjadi adonan bubur dan di biarkan sampai dingin.
  4. Bubur pun siap diberikan kepada piyik burung.
( purbalingga mania )

Kamis

Jenis Pakan Untuk Biawak Peliharaan

Tidak ada komentar :
maluku - Biawak merupakan hewan retil dari golongan kadal besar yang dalam bahasa lokal disebut dengan sebagai Menyawak atau Nyambik (Jawa), Bayawak (Sunda), Berekai (Madura). Meskipun Biawak tidak lazim dijadikan sebagai hewan peliharaan namun bagi sebagian hobies/pecinta reptil binatang yang dalam bahas inggris bernama monitor lizard atau goanna tak bedanya dengan binatang kesayangan pada umumnya.

Dalam kehidupannya dialam liar, Biawak memangsa aneka serangga, ketam atau yuyu, berbagai jenis diantaranya ikan, kadal, kodok, burung, serta mamalia kecil seperti tikus dan cerurut. Sedangkan dalam pemberian pakan untuk Biawak sebagai hewan peliharaan, Biawak lovers sangat merekomendasikan dalam pemberian jenis pakan untuk disesuaikan dengan usia Biawak tersebut. Untuk biawak yang belum mencapai tahun pertama, mereka lebih di sarankan di berikan pakan berbasis serangga. Biawak bayi adalah kadal kecil dengan sistem pencernaan yang kecil dan membutuhkan serat pangan dalam jumlah banyak untuk menjaga pencernaanya, biawakukuran bayi di desain untuk makan serangga dan serangga. Pemberian daging atau rodentmasih boleh dengan ukuran tertentu, idealnya pemberian bayi biawak 4 kali seminggu dengan serangga dan 1 kali seminggu dengan daging dan rodent.

Harus diperhatikan suhu kandang tetap hangat bila bayi biawak diberikan makan daging dan rodent agar mereka bisa mencerna daging tersebut dengan baik karena pencernaan yang mereka miliki masih kecil, berikan rodent yang sudah tumbuh bulu atau "jumper" jangan pinkis yang masih merah karena banyak mengandung lemak, sedikit nutrisi dan sedikit atau bahkan tanpa kalsium. Biawak setelah tahun pertama baru boleh di alihkan berdasarkan makanan berbasis daging, namun sekali lagi hindari pinkis dan berikan yang sudah memilimi bulu karena sudah mengandung banyak kalsium.( papua penangkar )

Jumat

Pakan dan Habitat Burung Hantu Burrowing

Tidak ada komentar :


bird farm - Burung hantu Burrowing termasuk hewan yang aktif di siang hari, yaitu biasanya pada senja dan fajar. Burung hantu jenis ini sering ditemukan berdiri dengan satu kaki bertengger di gundukan kotoran atau pada tiang pagar disaat mereka sedang mengintai mangsa.


Burung yang berukuran kecil ini memiliki mangsa yang menjadi makanan favorit mereka diantaranya adalah :
kumbang dan belalang

  • tikus, 
  • kelinci
  • tupai
  • reptil
  • burung
  • amfibi


Burrowing owl memilih sarang berbeda dengan jenis burung hantu pada umumnya, mereka lebih memilih bersarang di bawah tanah yaitu diantaranya

  • di liang sarang hewan mamalia ( kelinci ) yang telah ditinggalkan oleh pembuatnya
  • padang rumput kering
  • lahan pertanian. 


( jogja )

Labi-labi Si Kura Lunak

Tidak ada komentar :
peternak - Bulus hewan reptil yang orang Indonesia juga menyebutnya dengan nama labi-labi ini memiliki nama latin Trionyx sinensis juga dikenal untuk spesies Trionyx cartilagineous dan spesies Trionyx lainnya. Pada awalnya bulus bagi para petani hewan ini termasuk hama, sama seperti belut. gabus, dan komoditi penting lainnya. Namun kini Bulus memiliki nilai ekonomis tinggi. Hal ini dikarenakan hampir dari seluruh bagian tubuh bulus dapat dimanfaatkan, baik daging maupun cangkangnya. Selama ini pasokan  permintaan pasar untuk kebutuhan bulus dipenuhi dari penangkapan di alam karena hasil budi daya belum mampu untuk memenuhi permintaan pasar dengan jumlah yang banyak.

Labi-labi yang masih kerabat dengan kura-kura ini memiliki bentuk tubuh yang khas dibandingkan dengan kura pada umumnya yaitu tubuhnya berbentuk oval atau agak lonjong, serta pipih. Tubuhnya tanpa sisik dan berwarna abu-abu kehitaman. Kerapas dan plastron (bagian bawah tubuh yang tidak tertutup cangkang) terbungkus kulit yang liat. Pastronnya berwarna putih pucat hingga kemerah-merahan. Kulit tertutup oleh perisai yang berasal dari lapisan epidermis berupa zat tanduk. Hidungnya memanjang membentuk tabung, seperti belalai. Labi-labi tidak bergigi, tetapi rahangnya sangat kuat dan tajam.( kalimantan jawa )

Minggu

Memilih Jenis Biawak Untuk Dipelihara Bagi Pemula

Tidak ada komentar :
bantul - Bagi sobat yang menyukai reptil khususnya Biawak dan ingin memeliharanya sebagai hewan kesayangan, perlu sobat ketahui bahwa dengan mengapdopsi Biawak akan menyita waktu dan dana perawat yang tidak sedikit oleh karena itu saat Sobat memutuskan untuk memelihara  biawak pastikan bahwa Sobat telah merasa sudah memiliki waktu untuk memeliharanya dan tentunya dana karena biaya pakan mereka tidaklah sedikit.

Banyak para pecinta biawak yang telah lama memeliharanya menyarankan bagi pemula yang hendak memelihara Biawak dimulai denagn jenis dwarf yang kecil atau anakan, jangan langsung memilih jenis Salvator yang sangat agresif, doyan makan dan cepat besar. Untuk saat ini kebanyakan Biawak yang dijual di toko hewan merupakan hasil dari tangkapan alam liar, sehingga masih sangat agresif. Memulai dengan jenis Dwarf atau kecil akan lebih bijak, ini memudahkan Sobat dalam perawatan, hemat kandang, hemat pakan tapi jangan sampai hemat perhatian.( ternak lovers )

Rabu

Tum-tum Si Kura Kepala Semangka Yang Eksotik nan Langka

Tidak ada komentar :
sukses berternak - Batagur borneoensis merupakan jenis kura-kura air yang populasinya tersebar di Asia Tenggara (Thailand, Malaysia, Brunei Darussalam hingga Indonesia). Karena daerah penyebarannya yang luas Kura jenis ini memiliki banyak nama diantaranya oleh masyarakat Kalimantan Timur meyebutnya kura Tum-tum atau Tuntong Laut atau Kura-kura Jidad Merah, Masyarakat Sumatera (Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang) menyebutnya Tuntung sedangkan dalam bahasa inggris Kura jenis ini disebut dengan Painted Batagur, Painted Terrapin, Saw-jawed Terrapin, atau Three-striped Batagur. Bahkan dalam istilah latin, kura jenis ini memiliki banyak nama Callagur borneoensis atau Emys borneoensis.

Tum-tum / Tuntong Laut merupakan spesies kura-kura full aquatic, yaitu jenis kura-kura yang dalam hidupnya lebih banyak beraktifitas didalam air dan hanya sesekali keluar kepermukaan air untuk berjemur (basking).  Padang mangrove atau muara menjadi tempat habitat dari Kura jenis ini, karena mereka menyukai habitat dengan air payau berlumpur.

Ciri Fisik Kura Tuntong Laut

  • Memiliki ukuran tubuh sedang, namun juga bisa tumbuh dengan ukuran yang besar.
  • Pada umumnya panjang karapas 500 mm bahkan bisa mencapai 1.000 mm.
  • Rahang atas bergerigi.
  • Pada kakinya terdapat perbedaan jumlah kuku/cakar yaitu kaki depan dengan lima cakar, sedangkan kaki belakang hanya memiliki empat cakar.
  • Punggung berwarna cokelat muda kehijau-hijauan terdapat bercak-bercak yang tersusun sebagai tiga garis hitam memanjang di tengah keping kostal dan vertebral. Namun ada pula yang hampir seluruh punggungnya berwarna kehitaman.

Perbedaan Jenis Kelamin Kura Tum-tum / Tuntong Laut

  • Jantan akan mempunyai kepala berwarna putih dengan garis berwarna merah menyala dari ujung moncong hingga kebagian belakang kantung mata, selain itu karapaks jantan juga mempunyai lebih banyak corak berwarna hitam dengan warna dasar abu-abu, sedangkan betina mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dengan warna keseluruhan coklat ke abu-abuan.
  • Pada Tum-tum jantan terdapat 3 buah garis yang tersusun secara vertikal di atas karapaks/tempurungnya, sedangkan untuk betina pada umumnya corak garis tersebut agak memudar.
  • Betina pada umumnya mempunyai ukuran tubuh yang lebih besar dibandingkan pejantannya. Panjang tubuh Kura Tutong betina mencapai 60 cm sedangkan jantan rata-rata panjang tubuhnya 30-40 cm. Dengan demikian Kura Tutong Laut betina memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dari Kura Tutong Laut jantan.

Makanan di Alam Liar dan Penangkaran

Pada umumnya Tum-tum merupakan hewan herbivora. Buah bajau, tunas, rumput dan tumbuhan liar yang hidup disekitar sungai merupakan makanan utama nya namun juga dijumpai memakan kerang dan udang-udangan. Jika dipelihara di dalam penangkaran, Tum-tum dapat diberi makan dengan berbagai jenis sayuran seperti sawi, bayam, enceng gondok, dan selada. Selain itu Tutong Laut juga menyukai makanan buah-buahan diantaranya pisang, mangga, serta menyukai pakan berupa cacing tanah, dan makanan kura-kura olahan. Berbeda dengan jenis kura-kura pada umumnya, Beluku (Tum-tum/Tutong Laut) tidak menyukai pakan buah stroberi dan apel.

Perkembangbiakan

Musim bertelur Kura Tum-tum antara bulan Juni – Agustus atau bulan Oktober – Januari, pada bulan tersebut di pesisir pantai akan banyak ditemui Kura Betina yang akan bertelur. Saat musim bertelur, Kura betina menghasilkan telur 12-23 butir telur yang diletakan disarang galian.

Keberadaan Kura Tuntong Laut (Tum-tum) sudah sulit sekali dijumpai di habitat aslinya, hal ini dikarenakan banyaknya perburuan liar untuk diekspor guna dikonsumsi dagingnya, selain itu Kura yang berhasil ditangkap dijual sebagai hewan peliharaan (pet) per ekor Kura Tum-tum dengan harga Rp 8 juta bahkan telur Tum-tum sangat disukai sebagai salah satu bahan pembuat makanan tradisional lokal, yang dikenal dengan nama tengulik. Selain penangkapan oeh pemburu liar kerusakan habitat Tuntong diyakini makin memperburuk populasi reptil tersebut.

Kamis

Pemijahan Labi-labi Di Kolam Penangkaran

Tidak ada komentar :

breeder kalimantan - Pada artikel sebelumnya yang kami postingkan tentang pembuatan kolam pembiakan maka dalam kesempatan posting kale ini kita akan belajar cara pemijahan bulus, setelah sobat telah memiliki kolam pemijahan langkah selanjutnya yaitu meletakan indukan betina dan jantan yang telah kita siapkan ke tempat kolam penangkaran, maka pemijahan biasanya terjadi pada 7-12 hari. Induk betina akan bertelur pada malam hari, antara pukul 20.00-02.00. Seekor induk betina bulus biasanya akan menghasilkan telur antara 30 sampai 40 butir telur. Bentuk telur labi-labi seperti bola pingpong berwarna krem dan ukuran telur biasanya berdiameter antara. 1-3 cm.( pecinta reptil )

Aturan Pemberian Pakan pada Kodok Pacman

Tidak ada komentar :
pahang - Cranwell frog, hewan peliharaan jenis katak ini memang sangat menarik perhatian bagi para pecinta hewan reptil, bagaimana tidak kodok pacman ini memiliki variasi warna yang terang/mencolok dan beragam . Bagi Sobat ternak yang akan atau baru saja memelihara katak ini, asupan pakan haruslah disesuaikan dengan usia kodok pacman yang Sobat pelihara. Adapun jenis pakan yang dapat bisa berikan diantaranya adalah ikan mas, jangkrik, udang, cacing tanah dan jika sudah dewasa bisa diberikan tikus putih.

Jika Katak yang Sobat pelihara masih berusia muda sangat penting memperhatikan asupan kandungan kalsium yang terkandung dalam pakan yang kita berikan, karena pada fase muda/anakan meupakan masa pertumbuhan tulang. Sehingga jika kalsium tercukupi maka saat dewasanya penampilannya juga bagus, kaki tidak kecil dan mulut tidak bengkok.

Berikan asupan kalsium secara rutin setiap 3-4 hari sekali pada fase pacman remaja 5-7cm, selanjutnya setelah berukuran dewasa 7-12cm pemberian kalsium boleh sesekali saja. Cara pemberian kalsium dengan cara pada makanannya dibaluri dengan bubuk calcium +D3 dan disuapi.

Dengan perawatan yang benar Chacoan horned frog yang kita pelihara dapat mencapai usia 5-7 tahun. Ketika katak sudah beranjak dewasa pemberian asupan kalsium setiap 7-10 hari sekali. Jika katak sobat sudah dewasa, dalam memberikan pakan berupa tikus putih jangan diberikan secara rutin, cukup 1 bulan sekali. Sebenarnya kalupun tidak diberikan pakan tikus putih juga tidak berpengaruh.( breeder )