Ternak Budidaya

Cara Memelihara

Tampilkan postingan dengan label kodok. Tampilkan semua postingan

Jumat

Panduan Perawatan Berudu dan Kodok Pacman Kecil

Tidak ada komentar :
prabumulih - Dalam perawatan berudu-berudu hasil dari pemijahan induk kodok pacman, ada yang sangat perlu Sobat ternak ketahui yaitu meskipun masih berupa berudu kodok Pacman sudah bersifat carnivora. Mereka akan bisa saling memakan satu sama lain, dan ada dua cara untuk menghindari ini:
  • Cara pertama adalah menempatkan setiap berudu didalam sebuah toples kecil. 
  • Cara lainnya adalah menempatkan semua berudu didalam aquarium besar yang berisikan air dan dipenuhi tanaman mengapung dalam jumlah banyak (asli atau plastik). 

Jenis pakan yang bisa Sobat berikan saat pembesaran bisa dengan diberikan tubifex worm. Makanan bisa ditempatkan didasar dan berudu-berudu tersebut akan berenang kebawah, memakan, dan berenang keatas lagi untuk bersembunyi di tanaman.

Berudu-berudu tersebut akan tumbuh dengan cepat. Setelah kurang lebih sebulan, mereka akan mulai berubah menjadi kodok-kodok kecil. Mereka membutuhkan tempat untuk keluar dari air. Apabila Sobat menempatkan semua kodok-kodok kecil didalam satu tempat, maka ada kemungkinan mereka akan memakan satu sama lain. Cara lain adalah dengan menempatkan setiap kodok didalam tempat plastik mereka masing-masing. Anak-anak kodok ini mudah diberi makan. Mereka akan memakan apa saja yang bergerak seperti jangkrik, kodok jenis lain, ikan mas kecil.( lime green albinos )

Rabu

Proses Pemijahan Kodok Pacman

Tidak ada komentar :
sukabumi - Dalam berternak kodok Pacman, sebelum Sobat memijahkan kedua indukan kodok maka Sobat perlu mengkondisikan kodok dalam periode peralihan musim kering ke musim hujan. Setelah Sobat melakukan hal tersebut maka langkah selanjutnya adalah proses pemijahan ke tempat pembiakan dengan diisi air yang dangkal (dengan tempat yang bisa digunakan untuk mendaki keluar). Pastikan ketika indukan didalam air, mereka bisa menyentuh dasar dengan kaki mereka untuk menopang mereka.

Kemudian Sobat perlu memulai untuk membuat hujan bikinan. Ini bisa dilakukan dengan cara menyemprotkan kodok-kodok tersebut beberapa kali setiap hari atau Sobat bisa menggunakan alat penyemprot embun (alat ini terdapat di Indonesia yang biasa digunakan untuk menyemprot sayuran di supermarket).

Jangan lupa untuk menghindari air yang berlebihan akibat semprotan air ini dengan cara mempersiapkan aquarium atau tank yang mampu mengeluar air yang berlebihan secara otomatis. Apabila Sobat hanya memiliki satu jantan dan ingin merangsangnya untuk kawin, Sobat bisa merekam suaranya dan memainkannya kembali ke arah dia. Jantan akan terliha bertambah semangat setelah mendengar suara dari jantan lainnya. Akan sangat berguna sekali apabila Sobat mengapungkan beberapa tanaman air sebagai tempat dimana telur-telur bisa ditempatkan.

Telur-telur biasanya dikeluarkan diantara tiga atau empat hari dihitung dari hari pertama hujan diturunkan. Setelah telur dikeluarkan, kodok-kodok seharusnya dikeluarkan dari aquarium. Setelah itu tambahkan air, dan telur-telur tersebut akan menetas diantara dua sampai tiga hari.( pacman frog lime green albinos samurai )

Kamis

Limnonectes Larvaepartus Jenis Katak Yang Melahirkan

Tidak ada komentar :
Indonesia - Setahu kita bahwa selama ini katak merupakan salah satu hewan yang bereproduksi dengan cara bertelur. Namun dihutan pedalaman Sulawesi terdapat katak unik bernama latin/ilmiah Limnonectes larvaepartus ini cara reproduksinya dengan cara melahirkan kecebong. Berikut adalah berita selengkapnya yang kami dapat dari kompas.

Djoko Tjahjono Iskandar, herpetolog (pakar katak dan reptil) yang menemukan spesies tersebut mengungkap kisah panjang di balik penemuan katak yang tersebar di Sulawesi bagian barat dan dunia itu.

"Sebenarnya, kita sudah menjumpai pertama kali katak itu sejak tahun 1991. Waktu itu ada ahli asal Chicago yang ikut meneliti bersama kita," ungkap Djoko yang meneliti katak dan reptil sejak tahun 1975.

Penemuan tak segera dipublikasikan karena ada 2 masalah. Djoko menjumpai sejumlah spesies katak yang mirip sehingga jenis katak yang melahirkan itu belum bisa dikonfirmasi sebagai spesies baru.

Permasalahan lain, Djoko belum mengetahui persebaran katak yang melahirkan kecebong serta belum memiliki jumlah sampel individu dan perjumpaan proses melahirkan yang cukup untuk meyakinkan publik.

Djoko pun harus menunggu beberapa lama untuk memaparkan temuannya. Tahun 1998, dalam sebuah seminar di Manado, Djoko baru memaparkan pertama kali adanya jenis Limnonectes larvaepartus, namun belum menyebut nama spesies dan proses reproduksinya.

Setelah seminar itu, Djoko beserta tim peneliti lain dan mahasiswanya terus menggali informasi tentang katak tersebut. Ia beberapa kali melaksanakan ekspedisi, masuk ke hutan-hutan di Sulawesi.

"Dari situ saya sebenarnya berencana menulis makalah tebal, 200 halaman. Tapi kemudian saya mengetahui ada tim peneliti lain yang juga mempelajari spesies yang saya temukan," urai Djoko.

Akhirnya, tahun 2014, lewat kerjasama dengan Ben J Evans dari McMaster University di Kanada dan Jimmy A McGuire dari University of California di Berkeley, Djoko merasa perlu untuk memublikasikan temuannya.

Untuk mengidentifikasi sebagai spesies baru, bukan hanya ciri-ciri fisik yang digunakan, tapi juga analisis molekuler yang mengungkap kekhasan genetik suatu spesies. Data tingkat genetik membuat kebaruan spesies tak terbantahkan.

Jadilah kemudian spesies Limnonectes larvaepartusdipublikasikan di jurnal PLOS ONE pada 31 Desember 2014 lalu. Dalam publikasi itu, Djoko menyatakan bahwa katak tersebut adalah satu-satunya katak di dunia yang melahirkan kecebong.

Djoko menceritakan, sepanjang tahun 1991 hingga 2014 lewat beragam ekspedisi, dirinya berhasil membuktikan sebanyak 19 kali bahwa spesies Limnonectes larvaepartus memang bisa melahirkan.

"Kita pernah amati langsung. Saat dipegang katak itu memang bergoyang-goyang dan akhirnya keluar kecebong," cerita ahli katak yang meraih gelar doktor dari Université Montpellier 2 di Montpellier Perancis ini.

"Kita juga pernah bedah katak itu. Kita temukan telur yang sudah dibuahi dan kecebong. Telurnya lalu kita pindahkan ke gelas plastik dan setelah ditunggu memang lalu menetas menjadi kecebong," imbuhnya.

Dalam ekspedisi terakhir di Sulawesi sebelum publikasi, Djoko bercerita betapa dirinya harus berjuang saat menjelajahi hutan. "Maklum sekarang sudah tua," ucapnya yang kini telah berusia 64 tahun.

Bersama Evans dan McGuire, Djoko bertahan satu bulan di dalam hutan meneliti katak yang mengejutkan dunia itu. "Lutut kadang bengkak. Tapi tua bukan alasan untuk tidak masuk hutan," ucapnya.

Kini Limnonectes larvaepartus masih menyisakan teka-teki. Pejantan spesies itu tak memiliki penis. Pertanyaannya kemudian, bagaimana sperma bisa disetor ke dalam tubuh betina dan membuahi sel telur?

Djoko mengatakan, penelitian masih perlu dilakukan. 'Mungkin kita perlu taruh di akuarium agar bisa diamati. Tapi tidak mudah juga membawa spesimen hidup ke luar hutan, apalagi ke Jawa. Kita tunggu ada kesempatan dan dana dulu," katanya.

http://sains.kompas.com/read/2015/01/08/16341071/Kisah.Ilmuwan.ITB.Menemukan.Satu-satunya.Katak.di.Dunia.yang.Melahirkan.Kecebong

Aturan Pemberian Pakan pada Kodok Pacman

Tidak ada komentar :
pahang - Cranwell frog, hewan peliharaan jenis katak ini memang sangat menarik perhatian bagi para pecinta hewan reptil, bagaimana tidak kodok pacman ini memiliki variasi warna yang terang/mencolok dan beragam . Bagi Sobat ternak yang akan atau baru saja memelihara katak ini, asupan pakan haruslah disesuaikan dengan usia kodok pacman yang Sobat pelihara. Adapun jenis pakan yang dapat bisa berikan diantaranya adalah ikan mas, jangkrik, udang, cacing tanah dan jika sudah dewasa bisa diberikan tikus putih.

Jika Katak yang Sobat pelihara masih berusia muda sangat penting memperhatikan asupan kandungan kalsium yang terkandung dalam pakan yang kita berikan, karena pada fase muda/anakan meupakan masa pertumbuhan tulang. Sehingga jika kalsium tercukupi maka saat dewasanya penampilannya juga bagus, kaki tidak kecil dan mulut tidak bengkok.

Berikan asupan kalsium secara rutin setiap 3-4 hari sekali pada fase pacman remaja 5-7cm, selanjutnya setelah berukuran dewasa 7-12cm pemberian kalsium boleh sesekali saja. Cara pemberian kalsium dengan cara pada makanannya dibaluri dengan bubuk calcium +D3 dan disuapi.

Dengan perawatan yang benar Chacoan horned frog yang kita pelihara dapat mencapai usia 5-7 tahun. Ketika katak sudah beranjak dewasa pemberian asupan kalsium setiap 7-10 hari sekali. Jika katak sobat sudah dewasa, dalam memberikan pakan berupa tikus putih jangan diberikan secara rutin, cukup 1 bulan sekali. Sebenarnya kalupun tidak diberikan pakan tikus putih juga tidak berpengaruh.( breeder )

Selasa

Beda Jantan dan Betina Kodok Pacman

Tidak ada komentar :
cek harga - Kodok pacman atau disebut juga cranwell frog ini merupakan salah satu hewan reptil yang sedang naik daun kepopulerannya sebagai hewan peliharaan. Jenis kodok yang berasal dari benua Amerika ini tergolong memiliki harga yang lumayan tinggi, oleh karena itu banyak para peternak dan penghobi berusaha membudidayakannya.

Barang kali Sobat reptil kebetulan telah memiliki 2 ekor Katak Pacman ini, dan masih belum paham cara membedakan atau mengetahui ciri-ciri jantan dan betina, So, Sobat bisa simak berikut ini:

Untuk membedakan apakah katak tersebut berjenis kelamin jantan atau betina pertama Sobat bisa melihatnya dari ukuran tubuhnya pada saat posisi duduk yaitu untuk Katak betina berukuran max. 13.3 cm sedangkan  jantan berukuran lebih kecil dari betina dengan max. 10.8 cm.
Selain itu Sobat jenis kelamin biasanya baru bisa dilihat saat mereka sudah beranjak dewasa dengan tanda-tanda yang dapat terlihat jelas.Pada betina posisi dibawah dagu lehernya terdapat bintik-bintik hitam yang jarang sedangkan pada jantan bintik-bintik hitam rapat dan banyak disertai dasar abu-abu kehitaman.
Tanda lainnya adalah ada nuptial pads (semacam benjolan pada kedua jempol kaki depan) pada jantan disertai tompel hitam. Sedangkan pada betina tidak ada.

( borneo lovers )