Kamis
Salvadori, Biawak Batik Asal Papua
jogja breeding - Biawak Papua nama latinnya Varanus salvadorii, salah satu jenis biawak yang berasal dari Papua yang sering disebut juga dengan nama Biawak Batik, Biawak Salvadori, Crocodile Monitor, Artelia. Biawak Salvadori merupakan dari salah satu 17 spesies biawak (jenis kadal berukuran panjang) yang ada di Indonesia, di antaranya Varanus timorensis,Varanus indicus, Varanus prasinus, Varanus komodoensis, dan Varanus nembulosus.Jenis biawak Papua di habitat alam liar aslinya senang hidup di rawa-rawa mangrove, yang konon mampu tumbuh dengan panjang sekitar 4-6 meter, yang tentu saja panjangnya dapat menyangi Komodo. Namun tercatat baru biawak Papua terpanjang yang pernah ditemukan hanya memiliki panjang 2,44 meter.
![]() |
| sumber foto : reptileforums.co.uk |
- Moncong yang tumpul bulat merupakan ciri khas dari Biawak Salvadori, dengan gigi yang lurus.
- Tubuh berwarna hijau gelap memiliki marking (pola) yang sangat menarik dengan totol-totol kuning terang pada bagian tubuh, pola ini lah Biawak Savadori di Indonesia disebut juga dengan nama Biawak Batik.
- Cakar melengkung menonjol.
- Ekornya belang berwarna hitam berbalut kuning, dengan ukuran lebih panjang dari pada ukuran tubuh dari Biawak Papua itu sendiri.
Biawak Salvadori Sebagai Peliharaan
Dimasa sekarang ini memelihara reptil merupakan hobi yang telah umum, begitu juga Biawak pada saat ini telah menjadi hewan peliharaan yang sedang populer. Salah satu jenis Biawak yang sedang populer saat ini adalah Biawak Papua, reptil asal pulau Papua dengan pola (marking) yang dimilikinya memang lah sangat menarik serta Biawak Salvadori bisa dijinakan, meski pun terlihat menyeramkan bagi orang yang belum mengenal lebih jauh tentang biawak.
Biawak Batik ini memilki gerakan yang lincah selain itu juga mempunyai kemampuan menangkap mangsanya sangat baik mirip dengan ular. Dengan pemberian asupan pakan yang bagus Biawak yang konon panjangnya bisa menyamai ukuran komodo ini, sangat dianjurkan untuk ditempatkan pada tempat yang luas, terarium salah satu contoh yang tepat untuk Anda gunakan untuk memelihara Biawak Batik ini.
Kerajinan Kulit Biawak Papua
Selain sebagai hewan peliharaan, Biawak Papua yang memliki corak indah pada tubuhnya juga ditangkarkan untuk diambil kulitnya sebagai bahan kerajinan seperti ikat pinggang, tas, dll oleh para pengrajin kulit untuk dipasarkan dalam negeri maupun eksport.
Kehidupan Liar Biawak Papua Di Alam Bebas
Biawak Salvadori merupakan hewan Binatang Arboreal, sering menghabiskan waktunya bertengger di ranting pohong yang tinggi. Seperti halnya dengan binatang reptil yang lain, di habitat aslinya Biawak Batik Hidup melata di darat dan air.
Biawak Papua merupakan hewan nokturnal yang aktif berburu/mencari makan pada malam hari, sedangkan pada siang hari ia habiskan untuk tidur dan beristirahat diatas pohon.
Pakan Biawak Papua Di Alam Bebas
Sebagai hewan pemakan daging (karnivora), biawak Batik menyukai jenis makanan yang sangat menyukai makanan yang hidup atau masih segar, diantaranya ikan, serangga, telur penyu, telur burung, dll oleh karena itu lah gerakan yang dimiliki oleh biawak ini sangat gesit dan lincah karena dengan kemampuan itu akan mempermudah dalam mencari makan.
Pakan Biawak Papua Sebagai Hewan Peliharaan
Jika Anda hendak memelihara Biawak Salvadori sebagai hewan peliharaan di rumah, Anda harus memperhatikan betul gizi pada pakan yang Anda berikan. Tikus putih, ayam bisa Anda berikan pada Biawak kesayangan sebagai menu utama, sedangkan untuk cemilan bisa anda berikan serangga.
Untuk menambah nilai gizi yang terkandung dalam pakan yang akan kita berikan misal tikus putih, sebelum kita berikan kepada biawak, tikus putih bisa kita pelihara terlebih dahulu dengan memberinya vitamin dan mineral .
Pemberian Pakan berupa tikus putih terhadap biawak batik cukup kita berikan 2 ekor saja setiap harinya. Namun jika Anda terkendala ukuran tempatnya/aquarium yang kecil, pemberian pakan berupa tikus putih 3 kali dalam seminggu akan memperlambat pertumbuhan tubuhnya agar tidak cepat besar dan panjang.
Syarat Terarium Yang Bagus Untuk Biawak Papua
Mungkin diantara kita tidak menyangka bahwa Biawak Papua yang bisa mencapai panjang 4-6 meter ini di alam bebas habitat aslinya ia lebih sering memakan berbagai jenis serangga. Sedangkan jika Biawak Salvadori kita pelihara dengan penanganan yang baik, binatang yang tadinya liar ini bisa jinak.
Memelihara Biawak Papua akan terlihat semakin menarik jika kita tempatkan pada Terarium atau Virarium yaitu media atau wadah yang terbuat dari kaca atau plastik transparan berisi tanaman, dengan begitu maka akan membuat biawak salvadori yang kita pelihara akan merasa nyaman karena terasa berada dialam habitat aslinya.
Dan apabila biawak batik yang akan Anda pelihara ditempatkan pada terarium, maka ada beberapa fasilitas yang harus kita sediakan didalamnya diantaranya berilah tenggeran dari kayu atau plastik yang kokoh, karena cengkraman dari kelima jari biawak ini sangat kuat, bisa mematahkan tempat bertenggernya itu. Tempat minum, serta dekorasi lainnya seperti lampu sinar ultraviolet yang bisa membantu sebagai pengganti sinar matahari, karena seperti layaknya binatang reptil lainnya yang membutuhkan sinar matahari untuk berjemur guna memperoleh vitamin D. Agar kesehatan biawak papua yang kita pelihara senantiasa tetap sehat maka kebersihan terarium harus senantiasa kita perhatikan serta kelembapan suhu harus dijaga.
Minggu
Common Snapping Turtles Si Kura Pengendus Bangkai
breeder jakarta - Common Snapping Turtles bernama latin Chelydra Serpentina merupakan salah satu jenis kura-kura air tawar yang mampu tumbuh besar dengan ukuran sekitar 20-40 cm dengan tempurung berwarna coklat, kasar dan ditumbuhi alga. Kura Common Snapping lebih menyukai habitat hidup di perairan sungai dengan arus yang lambat/tenang. Kura-kura ini merupakan sepupu dekat dengan Florida Snapping Turtles, dan Alligator Snapping Turtles. Kura Common Snapping dihabitat asalnya terancam punah lantaran banyak diburu untuk dikonsumsi dagingnya.Didaerah habitatnya yang asli (Amerika) Kura Common Snapping memiliki reputasi yang buruk, dikabarkan bahwa kura Common Snapping Turtles (CST) pernah menyerang/megigit seorang perenang selain itu juga sering diberitakan kura CST menyerang anak bebek yang berada disekitarnya. Namun besar kemungkinan anak bebek yang diserang/dimangsa merupakan anak bebek yang sakit karena pada dasarnya CST makan bangkai dan bisa juga karena pakan utamanya menipis.
Meskipun begitu terlihat agresif Kura CST sering kali lebih memilih menjauh jika berhadapan dengan makluk selain mangsanya. Ketika Kura kura Common Snapping didarat merasa terancam/terganggu oleh makluk lain dia akan berdiri dengan empat kakinya (seakan siap menyerang) dan mengeluarkan suara desisan dan megoyangkan tubuhnya.
Sebagai kura air tawar yang memiliki daya tarik yang eksotis, oleh para pecinta kura-kura menjadikan Common Snapping Turtles sebagai hewan peliharaan yang ditempatkan di akuarium, keagresifan kura CST akan begitu nampak, hal ini terlihat ketika kita mencoba mendekatkan jari ke kaca akuarium, Kura CST akan menyerang jari kita. Begitu pula ketika kita memberi makan berupa ikan kecil, kura Common Snapping dengan agresif akan mengejar dengan serangan yang cepat.
Common Snapping Turtles memiliki tempurung yang kecil sedangkan kepalanya berukuran besar sehingga menyebabkan kura-kura ini tidak bisa menyembunyikan kepalanya kedalam tempurung, sebagaimana layaknya kura-kura air tawar mempertahankan diri dari ancaman. Namun sebagai gantinya dalam pertahanan diri, kepala CST dapat dengan leluasa bergerak bebas seperti ular dengan kekuatan rahangnya yang kuat serta tajam merupakan senjata bagi kura Common Snapping. Kura kura CST juga mempunyai kuku yang mampu merobek daging ikan seketika.
Kemampuan unik yang dimiliki Common Snapping Turtles adalah mengendus hewan mati (bangkai), Oleh polisi kemampuan unik yang dimiliki CST dimanfaatkan untuk mendeteksi (mencari) mayat manusia.
Karapas kura CST akan mengalami perubahan yang awalnya karapas dari anakan (bayi) kura CST sangat kasar dan bergerigi tajam seperti karapas dari kura AST, namun sejalan dengan bertambah usia karapas akan berubah seperti pada kura-kura pada umumnya.
Karakteristik Fisik Common Snapping Turtles
- Ukuran kepala besar
- Matanya berwarna kuning agak kecoklatan
- Panjang cangkang yang berkisar antara 8 -18,5".
- Karapasnya berwarna coklat gelap atau hitam dan ada udak-undaknya
- Plastrons berukuran sangat kecil dengan warna hitam ada bercak putih.
- Kaki hampir mendekati lehernya.
- Ekor berwarna kekuningan, bergerigi, memiliki panjang hampir sepanjang tempurungnya.
- Mampu mencapai berat sekitar 4,5-16 kg
sebagai gambaran bisa Anda lihat seperti gambar kura-kura CST dibawah
![]() |
| sumber gambar : FB jual land |
Daerah penyebaran Common Snapping Turtles
Jenis kura air tawar yang mampu mencapai umur 100 tahun ini penyebarannya membentang dari S. Alberta dan timur ke Nova Scotia di sebelah utara, dan ke selatan sampai ke Teluk Meksiko dan ke Texas pusat.Makanan Common Snapping Turtles Di Alam Liar
CST termasuk kura-kura yang rakus hampir semua jenis makanan disantap, dari memakan bangkai, ikan, burung, invertebrata, amfibi, mamalia kecil, dan bahkan sebagian vegetasi air. Pernah terlihat Common Snapping Turtles ini membunuh kura-kura lainnya, menurut ahli perilaku tersebut mungkin karena CST mempertahankan daerah kekuasaannya (teritorial) atau bisa juga disebabkan karena langkanya makanan yang ada dialam. Di beberapa tempat di habitat asalnya Common Snapping Turtles dianggap sebagai hama karena rakus memakan ikan kecil yang dipelihara oleh masyarakat setempat.
Reproduksi Common Snapping Turtles
Seperti halnya dengan jenis kura kura yang lainnya, proses berlangsung proses perkawinan kura Common Snapping betina berada pada posisi bawah sedangkan untuk kura jantan berada diatas, cakarnya berpegangan pada tempurung kura betina kemudian kelamin jantan yang ada pada pangkal ekornya akan kontak dengan kelamin kura betian sehingga terjadilah pembuahan. Dialam liar habitat aslinya bulan April hingga November merupakan musim kawin bagi kura-kura CST.
Ketika kura Common Snapping betina akan bertelur ia akan menggali lubang ditanah berpasir sebagai tempat/sarang meletakan telur-telurnya, setiap kali bertelur betina akan mengeluarkan telur sekitar 83 butir telur. Untuk bisa menetas telur kura kura Common Snapping membutuhkan waktu 9-18.
Dalam pembuahan, ada yang menarik dari kura Snapping, kura betina terkadang dalam beberapa tahun menyimpan sperma yang memungkinkan individu (kura betina) untuk melakukan ovulasi sendiri, dengan begitu kura betina Common Snapping memungkinkan bisa bertelur setiap musim tanpa perlu kawin dengan kura Common Snapping jantan.
Perilaku Common Snapping Turtles
Common Snapping Turtles sangat agresif perilakunya terhadap sesama kura yang lainnya terutama kura jantan, di alam liar CST lebih senang hidup menyendiri. Ketika berada di daratan kura CST sangat agresif dan lebih terlihat tenang berada dalam perairan meskipun begitu kura Common Snapping tetaplah agesif. Keagresifan kura Common Snapping lebih dipengaruhi pada jumlah ketersedian pakan dialam sekitarnya.
Ketika Common Snapping Turtles berada dalam perairan, lebih menyukai habitat yang berlumpur yang biasanya sebagai tempat menunggu (alat ambushing) mangsanya dengan membenamkan tubuhnya kecuali mata dan lubang hidung yang terbuka kedalam lumpur.
Sepertihalnya sepupu dekatnya Alligator Snapping Turtles, Common Snapping Turtles pada ujung lidah mengeliat menyerupai cacing yang berwarna merah. Bagian ujung lidah itulah yang di gunakan oleh kura Common Snapping untuk memancing/menangkap ikan.
Habitat Common Snapping Turtles
Hidup di perairan air tawar atau payau merupakan habitat dari kura Common Snapping, dengan vegetasi yang luas dan dasar yang berlumpur sehingga memudahkan kura CST dalam berburu mangsa berupa ikan kecil.
Common Snapping Turtles Sebagai Peliharaan
Sebagai kura-kura air tawar yang memiliki keunikan, kura dari Snapping banyak mimikat pecinta kura-kura air tawar untuk memeiharanya, meskipun jenis kura ini tergolong sangat agesif dan memiliki gigitan dengan rahangnya yang kuat tak membuat para turtle lover mengurungkan niatnya memelihara di rumahnya.
Harga Common Snapping Turtles
Kura CST tergolong mahal (namun masih dibawah harga Alligator Snapping), yang masih anakan biasanya dijual dengan harga kisaran 600 ribu. bisa dibeli di pasar hewan peliharaan yang biasanya dipajang toko-toko ikan hias, selain itu juga bisa kita dapatkan/membeli secara online bisa melalui forum pecinta kura-kura, maupun forum jual beli yang ada di kaskus, olx dan forum online lainnya yang menyediakan fitur jual beli hewan peliharaan. Membeli melalui media online, jika anda jeli dan bersabar bisa memperoleh kura Common Snapping dengan harga yang lebih murah.
Pakan Common Snapping Turtles Sebagai Peliharaan
Dalam memelihara Common Snapping termasuk mudah dalam pemberian pakan karena kura CST merupakan hewan omnivora yang doyan memakan segala jenis pakan yang kita berikan. Kura-kura Common Snapping sangat gemar memakan segala jenis ikan, selain itu juga bisa kita berikan pakan berupa ulet hongkong, cacing, hati sapi, daging ayam bahkan kita juga perlu memberinya pakan berupa sayur-sayuran. Dalam memelihara kura-kura jenis apapun maupun ikan hias lebih terasa ringan jika peliharaan kita doyan makan pelet, karena dengan pellet pemberian pakan lebih prektis. Untuk Kura Common Snapping Turtles bisa kita berikan pellet namun perlu kita latih/biasakan untuk mau memakan pellet yang kita berikan, hal itu tidaklah sulit karena kura CST tergolong rakus apa yang kita berikan dilahap olehnya bahkan roti sekali pun. Namun jika kura tak nafsu memakan pelllet bisa kita puasakan terlebih dahulu. Meskipun begitu kita harus memperhatikan kandungan gizi yang terkandung dalam makanan yang kita berikan.
Cara Merawat Common Snapping Turtles
Kura Common Snapping dalam perawatan sebagai hewan peliharaan tidak lah sulit bagi seorang pemula sekali pun, karena memang jenis kura-kura air tawar ini bisa minim perawatan atau tidak memerlukan perawatan yang khusus agar bisa bertahan hidup di akuarium maupun kolam. Namun meskipun begitu perawatan haruslah tetap kita berikan agar kura CST yang kita pelihara tetap sehat dan berumur panjang. Adapun cara merawat kura Common Snapping bisa Anda lakukan diantaranya dengan menseting aquarium dengan tinggi air tidak terlalu tinggi, dasar aquarium diberi batu-batuan dan pasir serta disediakan daratan.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)



