Tampilkan postingan dengan label pakan ternak. Tampilkan semua postingan
Rabu
Alasan Kenapa Menggunakan Pakan Alternatif
ayam joper - kelompok ternak - Dikalangan para peternak dikenal ada dua macam jenis pakan ternak yaitu pakan pabrik dan pakan alternatif. Daam kesempatan posting kali ini kami rangkum dari Bapak Abu Salman yang merupakan peternak ayam kampung asal Raha, Sulawesi Tenggara, menurutnya kenapa beliau menggunakan pakan alternatif untuk ternaknya dengan alasan sebagai berukut:
- Karena ada saat peternak tidak punya uang untuk beli pakan pabrikan, dan karena ayam harus makan sebagaimana pemiliknya, maka apapun yang ada disekitar, asal bisa digigit dan dicerna, maka itulah pakan alternatifnya.
- Karena ada bahan-bana limbah yang tersedia cukup melimpah dan punya nilai nutrisi untuk dijadikan sebagai pakan, maka jadilah dia unsur pakan yang sekaligus mengurangi biaya cukup signifikan.
- Karena setelah segala sesuatu menyangkut budidaya telah terpenuhi unsurnya, maka hal paling penting berikutnya adalah harus untung secara signifikan.
Selasa
Bekatul Untuk Pakan Ternak
mojokerto - Bekatul atau disebut juga katul (jawa) adalah hasil sampingan dari proses penggilingan padi yang terdiri dari lapisan sebelah dalam padi dan sebagian kecil endosperm berpati. Sebutir gabah terdiri atas pelindung luar, sekam, dan karyopsis (beras pecah kulit). Beras pecah kulit terdiri dari lapisan luar (perikarp, selimut biji, dan badan bakal biji), lembaga dan endosperm.
Untuk sobat ternak memanfaatkan bekatul sebagai tambahan pakan ternak, tidak ada salahnya untuk membaca tulisan tentang info bekatul berikut ini:
Untuk sobat ternak memanfaatkan bekatul sebagai tambahan pakan ternak, tidak ada salahnya untuk membaca tulisan tentang info bekatul berikut ini:
- Yang masuk kriteria katul bila kadar serat kasarnya maksimum 10%. Bisa digunakan untuk campuran pakan unggas. Itu pun batas maksimum 10% dalam komposisi/formulasi pakan. Direkomendasikan untuk pemakaian bekatul adalah 4 - 7% saja;
- Katul Super - biasa disebut katul separator - bila kadar serat kasarnya <5%, kadar proteinnya bisa >12%. Bila harganya Rp 3.000,-/kg, maka nilai isinya Rp 250,- tiap % protein;
- Kadar serat kasar lebih dari 10%, masuk kriteria dedak. Tidak layak untuk campuran pakan unggas. Sulit dicerna dan lebih banyak terbuang jadi "taek" ayam. Dedak masih bisa dipakai untuk pakan hewan besar ruminansia (sapi, kerbau, kuda, domba, kambing dll). Kadar protein maksimum 10%. Mestinya, harga dedak Rp 2.500,-/kg yang isi protein 10% dan Rp 2.000,-/kg yang isi protein 8%;
- Perlu diketahui, katul termasuk bahan baku mahal harganya bila patokannya kadar atau isi protein (Rp 250,- tiap % protein). Bandingkan dengan tepung ikan, kadar protein 50%, harganya Rp 7.500,-, maka nilainya Rp 150,- tiap % protei. Bandingkan dengan SBM, isi protein 48%, harganya Rp 7.600,-/kg, setara dengan Rp 158,- tiap % protein;
- Banyak diantara para peternak unggas yang menggunakan katul atau bahkan mungkin dedak (karena tidak melakukan tes), pakainya sampai 15% atau lebih dalam campuran pakan. Mau beli volume atau beli isi? Ukuran pakainya volume atau isi?
Maka dari itu, sebelum beli katul, lakukan tes kadar serat kasarnya dulu, memakai larutan kimia floroglucinol, akurasinya 99%. Supaya tidak salah beli berakibat rugi. Harga testernya murah, hanya Rp 175.000,-/packSekian ulasan tentang bekatul untuk pakan ternak, semoga bermanfaat dan salam sukses.(rekan tani)
Langganan:
Postingan
(
Atom
)

