Menampilkan postingan yang diurutkan menurut tanggal untuk kueri burung langka. Urutkan menurut relevansi Tampilkan semua postingan
Senin
Faktor Penyebab Mutasi Warna Bulu pada Burung Sun Conure
Mutasi warna pada bulu burung Sun Conure atau burung conure matahari umumnya disebabkan oleh faktor genetik. Ada beberapa jenis mutasi warna yang dapat terjadi pada burung Sun Conure, dan masing-masing memiliki penyebab genetik yang berbeda. Berikut beberapa faktor penyebab mutasi warna bulu pada burung Sun Conure:
- Mutasi Pewarnaan Bulu
Mutasi Pewarnaan Bulu adalah jenis mutasi yang mengubah warna bulu secara keseluruhan atau sebagian. Ini bisa disebabkan oleh perubahan genetik yang mengontrol produksi pigmen bulu. Contoh mutasi warna pada burung Sun Conure termasuk mutasi kuning, mutasi merah, atau mutasi lainnya yang mengubah warna bulu dari warna alami kuning-merah. - Mutasi Pigmen
Perubahan dalam produksi pigmen bulu, seperti eumelanin (pigmen gelap) dan pheomelanin (pigmen merah/oranye), dapat menyebabkan perubahan warna pada bulu. Mutasi dalam gen-gen yang mengontrol produksi pigmen ini dapat menghasilkan variasi warna pada bulu burung. - Mutasi Genetik Spesifik
Beberapa mutasi warna pada burung Sun Conure disebabkan oleh mutasi spesifik pada gen-gen tertentu. Misalnya, mutasi dalam gen MC1R dapat menghasilkan warna bulu merah pada burung Sun Conure, yang merupakan varian dari warna kuning alami mereka. - Faktor Lingkungan
Meskipun sebagian besar mutasi warna pada burung Sun Conure disebabkan oleh faktor genetik, lingkungan juga dapat memainkan peran dalam memengaruhi intensitas warna bulu. Gaya hidup dan nutrisi yang baik dapat mendukung kesehatan bulu dan membuat warna bulu lebih cerah. - Pemilihan Buatan
Pemilihan buatan oleh manusia dapat memengaruhi warna bulu burung Sun Conure. Breeder yang berusaha menghasilkan varian warna tertentu dapat memilih pasangan yang memiliki mutasi warna yang diinginkan untuk menghasilkan keturunan dengan warna bulu yang diinginkan.
Penting untuk diingat bahwa mutasi warna pada burung Sun Conure adalah proses genetik alami, dan beberapa mutasi tersebut mungkin lebih langka daripada yang lain. Pemahaman tentang genetika burung Sun Conure dan bagaimana mutasi warna terjadi penting bagi para pemelihara dan pemulia burung untuk menghasilkan dan merawat burung dengan warna bulu yang diinginkan.
Minggu
Industri Merpati Pos Indonesia
peluang usaha - Kita ketahui atau tidak, kita sadari atau tidak dan kita sukai atau pun tidak, dalam dunia hobi Merpati Pos Indonesia dewasa ini sudah memasuki tahap product life cycle (siklus hidup produk) growth alias dalam masa pertumbuhan. Setelah puluhan tahun berada dalam masa introduction alias pengenalan, dimulai semenjak tahun 2010 mengalami growth yang cukup signifikan. Dulu cincin Mpos di Indonesia hanya ada 2-3 macam (1 POMSI dan 2 Cincin Club). Peredaran cincin hanya dibawah 10.000 Pcs, Namun sekarang sudah diatas 80.000 pcs atau malah 100.000 pcs tercetak setiap Tahun.
Dulu hanya beberapa POMP di kota-kota besar, sekarang sudah banyak muncul beberapa POMP baru. Suka atau Tidak, rasa iri dan dengki (persaingan) yang menimbulkan perpecahan adalah salah satu yang mengangkat kemajuan Merpos Indonesia. Kemajuan teknologi komunikasi, khususnya mudahnya akses ke media sosial (Seperti Facebook, Twiteer dll) yang membuat penghobby Merpati Pos semakin bertambah secara signifikan, efek negatif dan positif secara bersama-sama memajukan dunia hobi Merpati Pos Indonesia.
Munculnya banyak pemain baru yang mampu menjadi juara, menimbulkan efek negatif bagi para senior yang dulu sering juara, Dulu bisa menjual kepada pemula dengan jumlah yang banyak, tetapi karena si pemula sudah juara, maka pasarnya berubah. Memang senior masih bisa mengakui itu burung si A dari saya, burung si B dari saya, tapi karena sudah langka muncul juara dari kandangnya sendiri, maka lama-lama popularitas si senior semakin datar dan memudar pengaruhnya, selain itu si pemula A dan pemula B, ternyata Juaranya adalah hasil campuran dengan beberapa Merpati Pos lain, bukan hanya dari si Senior dan yang semakin bikin Senior sulit menjual adalah si A dan si B juga turut menjadi Penjual Merpos.
Munculnya Juara-juara baru hasil didikan sang Guru, yang mana sudah bisa mengalahkan sang Guru sendiri, menimbulkan rasa iri dan dengki pada sang Guru, akhirnya dengan cara-cara “negatif”, sang Murid pemula “diusir” dari Klub dan akhirnya membentuk klub-klub baru. Tentu Klub baru harus menarik pemain-pemain baru, Klub sang Guru yang kosong juga harus menarik pemain-pemain baru, akhirnya masing-masing Klub bertumbuh dan jadilah kemajuan Merpati Pos seperti saat ini.
Klub-klub Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Jatim juga tumbuh (pemainnya) karena Hal-hal negatif yang terjadi seperti cerita diatas. Khusus di Jakarta, walau seakan-akan tenang, tapi sebenarnya telah terjadi persaingan sengit. Munculnya TarTar, Depok Kahiji, Bekasi, Cikarang dsb, memang awalnya terbentuk karena rasa kedekatan wilayah, tapi lama-lama akan terjadi persaingan sengit karena masing-masing anggotanya pasti ingin menang, Yogyakarta yang adem ayem saja ternyata sudah ada beberapa klub.
Jelekkah Faktor Negatif ini? sama sekali tidak, karena itu hanya kondisi persepsi saja. Inilah yang disebut efek industry sedang berkembang, ya... nafsu menang, iri dan dengki adalah akibat ingin menang. didepan seakan-akan baik, Tapi di belakang gossip-gosip beterbangan, saling menjelek-jelekanan Merpos lawan, saling klaim, saling menutup-nutupi asal muasal dsb. Beberapa “genk”bermunculan tanpa disadari. Semua karena Merpati Pos Indonesia menuju industry, industri bisa berjalan karena jualan. Jualan inilah yang menimbulkan iri dan dengki akibat persaingan.
KEKUATAN YANG MEMPENGARUHI PERSAINGAN
Seperti disinggung diatas, Mpos Indonesia sudah memasuki tahap growth dan dalam tahap ini, tentunya sudah ada Kekuatan-kekuatan utama yang muncul selayaknya dalam persaingan industri di dunia luar Hobby, yaitu:
Dahulu, pemasok Merpati Pos kualitas bagus bisa dikatakan sangat terbatas, hanya ada di Senior-senior Juara, pemula yang tidak tahu dimana beli sulit berkenalan dan berkomunikasi dengan Senior juga jadi kendala, akhirnya mencoba mencari bibitan dari pasar. Pemasok Mpos bagus jaman dahulu seakan-akan juga sebagai monopoli juara dalam lomba. Pembeli juga terbatas di kalangan tertentu. Pendatang baru langka yang dianggap sebagai ancaman, dan import masih sangat sulit dan hanya bisa dilakukan oleh Kalangan tertentu. Tapi itu masa lalu, sekarang jaman industri Merpati Pos, semuanya sudah berbeda, karena:
Namanya Jaman Industri, mau tidak mau semuanya harus kita hadapi dengan Profesional dan Fair Play, sudah tidak jaman pesan Pos dari Konveyor, sudah tidak jaman memasukkan Merpati Pos sakit kedalam dondang pesaing, sudah tidak jaman mencabut 2-3 lembar Mpos lawan sehingga tetap ada di basketing, tetapi akan sulit pulang kekandang, sudah tidak jaman memasang chips ke Merpos lain, sementara aslinya di sabotase, karena semuanya akan jauh dari semangat Fair Play dan menyebabkan sial bagi pelaku-pelakunya.
Satu-satunya cara, kita hadapi Jaman Industri Merpati Pos dengan Fair Play, sehingga pengetahuan kita akan semakin maksimal. Menggali lebih dalam pengetahuan, maka kemampuan akan semakin meningkat dalam dunia Merpati Pos.
by Bima Loft
Dulu hanya beberapa POMP di kota-kota besar, sekarang sudah banyak muncul beberapa POMP baru. Suka atau Tidak, rasa iri dan dengki (persaingan) yang menimbulkan perpecahan adalah salah satu yang mengangkat kemajuan Merpos Indonesia. Kemajuan teknologi komunikasi, khususnya mudahnya akses ke media sosial (Seperti Facebook, Twiteer dll) yang membuat penghobby Merpati Pos semakin bertambah secara signifikan, efek negatif dan positif secara bersama-sama memajukan dunia hobi Merpati Pos Indonesia.
POSITIF dan NEGATIF DALAM MERPATI POS
Dari sisi positif, kesuksesan POMSI dalam program OLR dengan lelangan wajibnya, makin mempermudah para penghobi pemula dalam memperoleh bibitan yang sudah teruji dalam lomba, khususnya dari kandang-kandang yang telah memiliki nama besar, yang terkenal langganan juara. Dengan hal tersebut, akhirnya banyak pemula bisa muncul menjadi juara dengan Bibit-bibit yang sama. Mudahnya komunikasi via Medsos semakin meningkatkan keterkenalan Merpati Pos di masyarakat Indonesia, khususnya juga ke penghoby Merpati Tinggian dan Merpati Balap, bahkan juga pemain kicauan. Semakin mudahnya pemula menjadi juara, maka semakin menarik minat pemain-pemain baru untuk bergiat dan berusaha menjadi juara juga dan banyak lagi sisi positif yang bisa dibahas.Munculnya banyak pemain baru yang mampu menjadi juara, menimbulkan efek negatif bagi para senior yang dulu sering juara, Dulu bisa menjual kepada pemula dengan jumlah yang banyak, tetapi karena si pemula sudah juara, maka pasarnya berubah. Memang senior masih bisa mengakui itu burung si A dari saya, burung si B dari saya, tapi karena sudah langka muncul juara dari kandangnya sendiri, maka lama-lama popularitas si senior semakin datar dan memudar pengaruhnya, selain itu si pemula A dan pemula B, ternyata Juaranya adalah hasil campuran dengan beberapa Merpati Pos lain, bukan hanya dari si Senior dan yang semakin bikin Senior sulit menjual adalah si A dan si B juga turut menjadi Penjual Merpos.
Munculnya Juara-juara baru hasil didikan sang Guru, yang mana sudah bisa mengalahkan sang Guru sendiri, menimbulkan rasa iri dan dengki pada sang Guru, akhirnya dengan cara-cara “negatif”, sang Murid pemula “diusir” dari Klub dan akhirnya membentuk klub-klub baru. Tentu Klub baru harus menarik pemain-pemain baru, Klub sang Guru yang kosong juga harus menarik pemain-pemain baru, akhirnya masing-masing Klub bertumbuh dan jadilah kemajuan Merpati Pos seperti saat ini.
Klub-klub Jakarta, Bandung, Yogya, Solo, Jatim juga tumbuh (pemainnya) karena Hal-hal negatif yang terjadi seperti cerita diatas. Khusus di Jakarta, walau seakan-akan tenang, tapi sebenarnya telah terjadi persaingan sengit. Munculnya TarTar, Depok Kahiji, Bekasi, Cikarang dsb, memang awalnya terbentuk karena rasa kedekatan wilayah, tapi lama-lama akan terjadi persaingan sengit karena masing-masing anggotanya pasti ingin menang, Yogyakarta yang adem ayem saja ternyata sudah ada beberapa klub.
Jelekkah Faktor Negatif ini? sama sekali tidak, karena itu hanya kondisi persepsi saja. Inilah yang disebut efek industry sedang berkembang, ya... nafsu menang, iri dan dengki adalah akibat ingin menang. didepan seakan-akan baik, Tapi di belakang gossip-gosip beterbangan, saling menjelek-jelekanan Merpos lawan, saling klaim, saling menutup-nutupi asal muasal dsb. Beberapa “genk”bermunculan tanpa disadari. Semua karena Merpati Pos Indonesia menuju industry, industri bisa berjalan karena jualan. Jualan inilah yang menimbulkan iri dan dengki akibat persaingan.
KEKUATAN YANG MEMPENGARUHI PERSAINGAN
Seperti disinggung diatas, Mpos Indonesia sudah memasuki tahap growth dan dalam tahap ini, tentunya sudah ada Kekuatan-kekuatan utama yang muncul selayaknya dalam persaingan industri di dunia luar Hobby, yaitu:- Pemasok
- Pembeli
- Ancaman Pendatang baru Potensial
- Ancaman Produk Pengganti
Dahulu, pemasok Merpati Pos kualitas bagus bisa dikatakan sangat terbatas, hanya ada di Senior-senior Juara, pemula yang tidak tahu dimana beli sulit berkenalan dan berkomunikasi dengan Senior juga jadi kendala, akhirnya mencoba mencari bibitan dari pasar. Pemasok Mpos bagus jaman dahulu seakan-akan juga sebagai monopoli juara dalam lomba. Pembeli juga terbatas di kalangan tertentu. Pendatang baru langka yang dianggap sebagai ancaman, dan import masih sangat sulit dan hanya bisa dilakukan oleh Kalangan tertentu. Tapi itu masa lalu, sekarang jaman industri Merpati Pos, semuanya sudah berbeda, karena:
- PEMASOK sudah banyak dan tersedia Mpos lokal juara, Merpati Pos turunan Juara, Lelangan dari OLR dan kandang-kandang Juara dan tentu beberapa Merpati Pos Biasa, Warna-warni, bahkan sampai rambon terselubung juga tersedia. Tinggal hasil yang didapat oleh pembeli yang akan menentukan nasib Jualan PEMASOK kelak. Jika pembeli tidak puas, jaminan tidak akan laku dan ditinggalkan.
- PEMBELI saat ini sudah semakin pintar, sudah banyak informasi yang bisa dipilah dan diolah. PEMBELI JUARA juga masih mencari-cari Mpos untuk mempertahankan vitalitas dan kecepatan kandangnya, dan biasanya yang dibeli bukan Merpos sembarangan lagi, jadi intinya pembeli saat ini bisa memilih PEMASOK yang KREDIBEL di matanya, PEMASOK yang dinilai penipu sudah tidak akan bisa bersaing dijaman Industri Mpos saat ini.
- ANCAMAN PENDATANG BARU POTENSIAL untuk Senior-senior atau pemain-pemain yang biasa Juara semakin nyata. Pendatang potensial bisa berupa pendatang langsung Juara karena memilih bibit dan beternak dengan benar, pemula pintar plus juragan yang bisa membangun kandang standard bagus, dengan rawatan ala Senior dan burung-burungpun didapat dari Senior-senior Juara, ada juga pemula cerdas yang memiliki mentor-mentor Juara dan berpikiran terbuka, jadi bisa menyerap semua pengetahuan yang dibutuhkan untuk menjadi Juara. Kesemuanya menjadi ancaman bagi para PEMASOK saat ini.... karena cepat atau lambat, para pemula potensial ini, sebagian akan menjadi pemasok juga.
- ANCAMAN PRODUK PENGGANTI bisa kita artikan adalah Merpati Pos Import yang begitu deras masuk ke Indonesia dalam 4 tahun terakhir ini, khususnya dengan bantuan Pak Erik Kb Boots yang pemain Merpati Pos Belanda dan memiliki akses ke pemain-pemain legendaris Eropa. Merpati Pos Eropa dengan tingkat seleksi yang sangat ketat tentunya memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa bersaing di Indonesia, terbukti Merpati Pos turunan Import langsung bisa berprestasi di OLR atau Klub-klub Indonesia.
HADAPI DENGAN FAIR PLAY
Tentunya hal-hal negatif dan naif yang telah terjadi dalam perjalanan MerpatiPos Indonesia sampai saat ini harus segera ditinggalkan, karena informasi sudah sangat cepat tersebar dan alat komunikasi semakin maju. Percuma kita bisa Juara dengan cara curang, karena Juara hasil curang anak-anaknya tidak akan bisa bersaing di kandang pemain lain.Namanya Jaman Industri, mau tidak mau semuanya harus kita hadapi dengan Profesional dan Fair Play, sudah tidak jaman pesan Pos dari Konveyor, sudah tidak jaman memasukkan Merpati Pos sakit kedalam dondang pesaing, sudah tidak jaman mencabut 2-3 lembar Mpos lawan sehingga tetap ada di basketing, tetapi akan sulit pulang kekandang, sudah tidak jaman memasang chips ke Merpos lain, sementara aslinya di sabotase, karena semuanya akan jauh dari semangat Fair Play dan menyebabkan sial bagi pelaku-pelakunya.
Satu-satunya cara, kita hadapi Jaman Industri Merpati Pos dengan Fair Play, sehingga pengetahuan kita akan semakin maksimal. Menggali lebih dalam pengetahuan, maka kemampuan akan semakin meningkat dalam dunia Merpati Pos.
by Bima Loft
Panduan Lengkap Berternak Lovebird
varian baru - Sebagai peternak kita haruslah bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan oleh pasar, di dunia hobi buung lovebird (LB) ada 2 kelompok pecinta LB yaitu penghobi yang lebih suka burung lovebird dengan suara ngekek yang panjang dan penghobi yang lebih menyukai labet dengan warna yang bagus apalagi Lovebid dengan varian yang baru yang langka dipasaran, itulah pentingnya kita harus menentukan hasil tujuan kita beternak Lovebird, jadi jika kita hendak menghasilkan labet dengan suara bagus maka kita harus memiliki indukan dengan suara yang bagus (syukur-syukur lovebird juara). Dan jika tujuan akhir kita beternak labet adalah untuk menghasilkan lovebird dengan warna yang bagus atau varian baru maka kita bisa pilih metode beternak lovebird dengan cara poligami (satu jantan bisa kita kawinkan dengan tiga betina).
Untuk mengetahui apakah sepasang labet yang kita tangkarkan berjenis kelamin sama bisa kita lihat selang waktu kurang lebih dua minggu sesudah kawin namun belum juga bertelur bisa dipastikan bahwa lovebir yang kita jodohkan adalah berjenis kelamin jantan semua, namun jika sesudah kawin dalam jangka waktu yang sama lovebird bertelur dengan jumlah telur lebih dari 6 butir bisa dipastikan burung labet tersebut betina semua.
Dalam melihat jenis kelamin jantan atau betina pada Lovebird, meskipun tidak 100% benar, Breeder/peternak di Indonesia pada umumnya memakai cara dengan meraba tulang supit labet, metode ini sebagai acuannya adalah jika tulang supit terasa lentur dan jarak pada ke-2 tulang supit renggang kemungkinan besar lovebird tersebut betina. Sedangkan ciri untuk Lovebird jantan, tulang supit terasa keras saat diraba dan jarak tulang supit sempit.
Cara yang paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin Lovebird, kita bisa menggunakan metode test DNA, dengan jalur mencabut sehelai bulu dimana pada pangkal bulu lovebird tersebut ada sedikit darah yang melekat setelah itu di bawa ke laboratorium yang melayani meneliti jenis kelamin burung. Untuk bisa melakukan tes DNA tersebut tentunya kita memerlukan biaya.
Adapun hal yang perlu kita perhatikan sebelum membeli atau membuat glodok sendiri dan saat menaruh glodok dalam kandang penangkaran perhatikanlah beberapa poin berikut ini.
Untuk sukses beternak burung Lovebird secara poligami kita tidak bisa menerapkan seperti poligami pada ayam yaitu 1 jantan dengan beberapa betina dijadikan satu dalam satu kandang (koloni). Jika kita mencoba beternak labet kawin poligami dengan metode koloni, maka dipastikan akan gagal karena pada dasarnya burung Lovebird merupakan burung yang setia pada pasangannya (monogami). Oleh karena itu kawin poligami pada lovebid hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kandang soliter. Idealnya penangkaran lovebird dengan cara poligami adalah 1:3 yaitu 1 jantan 3 betina.
Mempersiapkan properti isi tiap kandang diantaranya adalah tempat minum, tempat pakan, tenggeran dan untuk kandang induk betina tempat bersarang berupa glodok yang terbuat dari kayu yang telah kita masukan bahan sarang dan tebarkan pula bahan sarang dilantai kandang.
Berikan pakan berupa canay seed, millet dan gabah. Selain berikan pakan berupa daun sawi putih, biji bunga matahari (kwaci), jagung muda sebagai extra fooding (pakan tambahan). Perlu juga kita berikan tulang sotong yang berfungsi sebagai asinan burung lovebird.
Pada waktu pagi hari antara jam 06.00 - 07.00. Secara bergilir, didalam kandang betina masukan induk jantan.Sebagai gambaran, misalkan, saat ini kita masukan induk labet jantan ke kandang induk betina-A saat jam 06.00. setelah satu jam, induk jantan kita ambil untuk kita kembalikan masukan ke kandangnya sendiri (pejantan). Kita lakukan pengawinan indukan jantan dan betina lovebird yang sama ini, berulang dengan cara dan waktu yang sama selama 4 hari berturut-turut.
Untuk pengawianan induk betina yang lain (misal, betina-B,betina-C) dilakukan dengan cara dan waktu pengawinan dengan sama sepeti diatas. Jadi untuk pengawinan dengan betina-B dilakukan pada hari ke-5 dan betina-C pada hari ke-9. Maka jika dilihat dari jadwal pengawinan yang kita lakukan maka induk jantan selama 12 hari melakukan pembuahan, walaupun hanya 1 jam. Namun demikian induk jantan labet mampu membuahi/mengawini induk betina dengan baik.
Setelah kita lakukan pegiliran kawin secara poligami pada burung lovebird, kita tunggu beberapa hari/minggu masing-masing induk betina akan bertelur. Namun jika kita dapati tak ada telur satupun yang menetas pada salah satu induk betina lovebird ada kemungkinan bahwa induk lovebird jantan tak pernah mengawini betinanya, atau induk jantan memang infertil.
Ketika telur-telur yang dierami oleh induk labet telah menetas dan anak LB telah tumbuh bulu, guna keperluan sebagai basis data silsilah garis keturunan (pedigree) tiap anak labet maka kita perlu adanya pencatatan warna anakan yang dihasilkan tersebut diturunkan dari indukan warna apa.
Perlunya pencatatan pedigree (garis keturunan) tiap burung lovebird sangat bermanfaat bagi kita yang berfungsi sebagai basis data yang dapat kita manfaatkan sebagai acuan/patokan saat kita melakukan penangkaran 1 kandang 1 pasang lovebird (metode kandang soliter).
Guna menunjang reproduksi labet, pemberian pakan yang berkualitas mesti kita berikan. Penggantian air minum rutin tiap hari serta membuang kotoran sisa pakan harus kita lakukan tiap harinya karena dengan begitu maka kebersihan kandang dan kesehatan burung lovebird yang ada didalamnya akan terjaga.
Perbedaan Ciri Lovebird Betina dan Jantan:
- Dilihat dari ukuan kepala, burung Labet betina lebih besar jika dibandingkan ukuran kepala labet jantan.
- Pada burung Lovebird tulang panggul lebih lebar, hal ini berkaitan saat bereproduksi khususnya saat bertelur.
- Saat bertengger, dibandingkan dengan Labet Jantan, posisi kaki Labet betina sedikit renggang.
- Lovebird betina terlihat lebih bulat dan terisi.
- Untuk suara, Lovebird Betina bisanya memiliki suara ngekek yang lebih panjang.
Untuk mengetahui apakah sepasang labet yang kita tangkarkan berjenis kelamin sama bisa kita lihat selang waktu kurang lebih dua minggu sesudah kawin namun belum juga bertelur bisa dipastikan bahwa lovebir yang kita jodohkan adalah berjenis kelamin jantan semua, namun jika sesudah kawin dalam jangka waktu yang sama lovebird bertelur dengan jumlah telur lebih dari 6 butir bisa dipastikan burung labet tersebut betina semua.
Dalam melihat jenis kelamin jantan atau betina pada Lovebird, meskipun tidak 100% benar, Breeder/peternak di Indonesia pada umumnya memakai cara dengan meraba tulang supit labet, metode ini sebagai acuannya adalah jika tulang supit terasa lentur dan jarak pada ke-2 tulang supit renggang kemungkinan besar lovebird tersebut betina. Sedangkan ciri untuk Lovebird jantan, tulang supit terasa keras saat diraba dan jarak tulang supit sempit.
Cara yang paling akurat untuk mengetahui jenis kelamin Lovebird, kita bisa menggunakan metode test DNA, dengan jalur mencabut sehelai bulu dimana pada pangkal bulu lovebird tersebut ada sedikit darah yang melekat setelah itu di bawa ke laboratorium yang melayani meneliti jenis kelamin burung. Untuk bisa melakukan tes DNA tersebut tentunya kita memerlukan biaya.
Mengetahui Usia Produktif Lovebird
Ketika kita sudah mempelajari dan bisa membedakan burung Lovebird jantan dan betina, tahp berikutnya adalah mengetahui pada umur berapakah lovebird jantan maupun betina siap kawin. Dari beberapa peternak (breeder) lovebird yang telah sukses banyak yang mengatakan bahwa usia ideal lovebird betina siap kawin dan dijodohkan pada umur 1 tahun sedangkan untuk labet jantan pada usia 8 bulan.Glodok yang Bagus Untuk Lovebird
Kebiasaan burung Lovebird di alam bebas saat berkembang biak adalah memanfaatkan lobang pohon sebagai sarangnya. Untuk memudahkan kita dalan breeding burung labet, kita bisa menyediakan glodok sebagai penggantinya sebagai tempat bersarang. Sebelum kita meletakan glodok dikandang pastikan terlebih dahulu bahwa lovebird yang kita breeding telah benar-benar jodoh, karena biasanya ketika kita memberi glodok dikandang sepasang lovebird yang belum jodoh glodok sering kali akan dirusak. Untuk mendapatkan glodok kita bisa dapatkan ditoko burung biasanya menyediakan dengan kisaran harga 50.000 – 60.000 dengan kualitas standar.Adapun hal yang perlu kita perhatikan sebelum membeli atau membuat glodok sendiri dan saat menaruh glodok dalam kandang penangkaran perhatikanlah beberapa poin berikut ini.
- Diameter Lubang glodok berukuran 7,5 cm tau 3 inci.
- Penenmpatan glodok bisa didalam atau diluar kandang penangkaran, jika kita menempatkan glodok diluar kita bisa mengamati isi glodok tanpa mengganggu atau diganggu oleh induknya.
- Taruhlah serbuk kayu dalam gelodok atau bisa juga menggunakan potongan kertas.
Beternak Lovebird Dengan Cara Poligami
Dialam bebas burung lovebird sebenarnya meupakan burung yang hanya memiliki satu pasangan (monogami), namun meskipun begitu, kita bisa membudidayakan burung labet dengan teknik kawin poligami yaitu lovebird jantan dikawikan/dipasangkan dengan lebih dari satu lovebird betina. Dengan keberhasilan penangkaran burung lovebird secara poligami, seperti yang telah dilakukan peternak Bp. Joni dari Sumenep ini memiliki keuntungan menghemat jumlah pejantan yang kita pelihara, karena 1 induk pejantan labet bisa kita kawinkan dengan 3 – 4 ekor induk betina.Untuk sukses beternak burung Lovebird secara poligami kita tidak bisa menerapkan seperti poligami pada ayam yaitu 1 jantan dengan beberapa betina dijadikan satu dalam satu kandang (koloni). Jika kita mencoba beternak labet kawin poligami dengan metode koloni, maka dipastikan akan gagal karena pada dasarnya burung Lovebird merupakan burung yang setia pada pasangannya (monogami). Oleh karena itu kawin poligami pada lovebid hanya bisa dilakukan dengan menggunakan kandang soliter. Idealnya penangkaran lovebird dengan cara poligami adalah 1:3 yaitu 1 jantan 3 betina.
Persiapan Kandang Soliter Untuk Ternak Lovebird Poligami :
Karena kita akan menggunakan kandang jenis soliter, maka perlu kita siapkan 1 kandang untuk lovebird jantan dan sejumlah kandang untuk labet betina disesuai dengan jumlah betina labet yang akan kita gunakan sebagai indukan, misal kita memiliki 3 induk betina labet maka kita perlu siapkan kandang sejumlah 3 unit kandang.Letakan kandang jantan pada jarak yang jauh, kandang jantan tidak terlihat oleh labet betina lebih bagus. Sedangkan untuk kandang induk betina lovebird bisa kita letakan secara sejajar.Mempersiapkan properti isi tiap kandang diantaranya adalah tempat minum, tempat pakan, tenggeran dan untuk kandang induk betina tempat bersarang berupa glodok yang terbuat dari kayu yang telah kita masukan bahan sarang dan tebarkan pula bahan sarang dilantai kandang.
Berikan pakan berupa canay seed, millet dan gabah. Selain berikan pakan berupa daun sawi putih, biji bunga matahari (kwaci), jagung muda sebagai extra fooding (pakan tambahan). Perlu juga kita berikan tulang sotong yang berfungsi sebagai asinan burung lovebird.
Pegiliran Pengawinan poligami Burung Lovebird
Karena kita mengunakan sistem poligami maka kita perlu penjadwalan dalam mengawinkan indukan labet sebagai berikut;Pada waktu pagi hari antara jam 06.00 - 07.00. Secara bergilir, didalam kandang betina masukan induk jantan.Sebagai gambaran, misalkan, saat ini kita masukan induk labet jantan ke kandang induk betina-A saat jam 06.00. setelah satu jam, induk jantan kita ambil untuk kita kembalikan masukan ke kandangnya sendiri (pejantan). Kita lakukan pengawinan indukan jantan dan betina lovebird yang sama ini, berulang dengan cara dan waktu yang sama selama 4 hari berturut-turut.
Untuk pengawianan induk betina yang lain (misal, betina-B,betina-C) dilakukan dengan cara dan waktu pengawinan dengan sama sepeti diatas. Jadi untuk pengawinan dengan betina-B dilakukan pada hari ke-5 dan betina-C pada hari ke-9. Maka jika dilihat dari jadwal pengawinan yang kita lakukan maka induk jantan selama 12 hari melakukan pembuahan, walaupun hanya 1 jam. Namun demikian induk jantan labet mampu membuahi/mengawini induk betina dengan baik.
Setelah kita lakukan pegiliran kawin secara poligami pada burung lovebird, kita tunggu beberapa hari/minggu masing-masing induk betina akan bertelur. Namun jika kita dapati tak ada telur satupun yang menetas pada salah satu induk betina lovebird ada kemungkinan bahwa induk lovebird jantan tak pernah mengawini betinanya, atau induk jantan memang infertil.
Beternak Lovebird Sistem Kandang Koloni
Dari dua macam cara penangkaran burung labet diatas, sistem kandang koloni merupakan salah satu cara penangkaran yang paling mudah dan cocok bagi peternak pemula.Keunggulan Metode Beternak Lovebird Dengan Kandang Koloni:
- Peternak tidak perlu melakukan penjodohan karena dengan sistem koloni labet akan memilih pasangan sendiri, sehingga penangkaran lebih efektif dan produktif.
- Peternak tidak harus menguasai ilmu genetika, mutasi warna, dan sejenisnya.
- Penangkar tidak direpotkan dengan menyeleksi berdasarkan warna tertentu pada induk betina dan induk jantan.
- Burung bebas bergerak dan aktif dikandang yang luas.
- Pasangan lovebird dalam kandang koloni lebih harmonis dibanding kandang soliter.
Kelemahan Metode Beternak Lovebird Dengan Kandang Koloni:
- Burung lovebird bisa mengalami luka atau cacat bahkan mati yang disebabkan bertengkar dengan sesama lovebird dalam kandang koloni, hal ini biasanya dialami lovebird yang telah dewasa dan burung lovebird yang baru dimasukan dalam kandang koloni.
- Proses produksi akan terhambat karena telur tidak menetas yang disebabkan lovebird gagal mengeram, biasanya disebabkan koloni bisa merusak telur yang ada dalam glodok.
- Mudah tertular suatu penyakit yang ditularkan oleh lovebird dalam koloni.
- Keturunan yang dihasilkan tidak sesuai dengan harapan/tujuan kita, karena perkawinan yang terjadi secara alami (lovebird bebas memilih pasangan). Namun hal ini bisa kita akali dengan cara memisahkan masing-masing jenis lovebird di kandang koloni tersendiri sesuai dengan tujuan kita ingin menghasilkan lovebid yang bagaimana (suara atau warna).
Tahapan Beternak Lovebird dengan Cara kandang koloni.
Mempersiapkan Kandang koloni- Ukuran kandang 2,5 x 2 m2 dan tinggi 2 meter.
- Beri tempat makan dan minum.
- Letakan glodok sebagai sarang (jumlah gelodok lebih banyak dari jumlah pasangan labet), jika kita memiliki 6 pasang lovebird maka minimal kita pasang glodok sebanyak 7 lebih dari itu lebih bagus, dengan begitu pasangan lovebird bebas memilih sarang yang disukainya.
Ketika telur-telur yang dierami oleh induk labet telah menetas dan anak LB telah tumbuh bulu, guna keperluan sebagai basis data silsilah garis keturunan (pedigree) tiap anak labet maka kita perlu adanya pencatatan warna anakan yang dihasilkan tersebut diturunkan dari indukan warna apa.
Perlunya pencatatan pedigree (garis keturunan) tiap burung lovebird sangat bermanfaat bagi kita yang berfungsi sebagai basis data yang dapat kita manfaatkan sebagai acuan/patokan saat kita melakukan penangkaran 1 kandang 1 pasang lovebird (metode kandang soliter).
Beternak Lovebird Dengan Kandang Soliter (battery)
Setelah kita memiliki sepasang labet yang telah siap kawin/jodoh maka kita memerlukan sebuah kandang battery, adapun ukuran kandang yang digunakan oleh para peternak sangat bervariatif meskipun begitu pada umumnya meraka menggunakan kandang battery dengan ukuran 40 cm x 40 cm x 60 cm. Setelah kita siapkan kandang battery, sebagai tempat bertelur, mengeram dan membesarkan anak maka kita perlu sediakan glodok/tempat yang terbuat dari bahan kayu dengan ketebalan minimal 1 cm,glodok bisa kita buat sendiri atau jika tidak ingin repot kita bisa beli di toko burung yang biasanya banyak menyediakan glodok dengan berbagai ukuran, untuk glodok labet disarankan untuk memilih yang ukuran 18 cm x 18 cm x 22 cm saja. Setelah glodok terpasang selanjutnya kita sediakan bahan sarangnya.Guna menunjang reproduksi labet, pemberian pakan yang berkualitas mesti kita berikan. Penggantian air minum rutin tiap hari serta membuang kotoran sisa pakan harus kita lakukan tiap harinya karena dengan begitu maka kebersihan kandang dan kesehatan burung lovebird yang ada didalamnya akan terjaga.
Perawatan Saat Induk Lovebird Mengeram hingga Meloloh:
- Disaat induk sedang mengerami kita harus mengontrol birahi Lovebird jantan dengan cara mengurangi pemberian EF (kangkung, tauge, jagung muda) dengan begitu induk betina tidak terganggu saat mengerami telur karena Labet jantan yang over birahi.
- Agar induk Lovebird merasa nyaman saat mengeram pastikan gelodok tidak terganggu oleh kita (yang biasanya kita sering buka glodok).
- Setelah sekitar 21-23 hari masa pengeraman, telur labet biasanya sudah menetas, disaat ini lah porsi pakan yang kita berikan harus kita tambahkan (terutama kangkung dan jagung muda) agar disaat meloloh piyik lovebird akan terjamin kebutuhan makannya.
- Selama diasuh aleh induknya yaitu sekitar 6–8 minggu lamanya anakan lovebird akan mulai keluar dari glodok/kotak sarang,ambil anakan lovebird ketika sudah terlihat bisa makan sendiri,agar induk lovebird dapat kembali berproduksi,
Senin
Burung Cerdas Great Green Macaw
sukses beternak - Buffon Macaw atau disebut juga dengan nama Great Green Macaw atau Great Military macaw dan bernama latin Ara ambiguus merupakan salah satu jenis burung paruh bengkok (parbeng) berukuran besar dari jenis burung Macaw yang ada di dunia, namun demikian panjang ekor Macaw Buffon lebih pendek dipandingkan panjang ekor Macaw jenis Scarlet (Red and Green Macaw).
Seperti halnya dengan jenis burung Macaw lainnya, Buffon Macaw berasal dari benua Amerika, habitat aslinya menetap dan berkembangbiak dihutan tropis yang berada di Honduras, Panama, Nikaragua, Ekuador, Kosta Rika, dan Kolombia yang banyak terdapat pohon Almendro (Dipteryx panamensis).
Karakteristik Burung Buffon Macaw
Ara ambiguus memiliki dua subspesies, yaitu :
-Ara ambiguus ambiguus habitat asalnya dari Honduras ke Kolombia Barat.
-Ara ambiguus guayaquilensis terisolasi di ekuador dan sebagian Selatan-barat Kolombia.
Cara Memelihara dan Perawatan Buffon Macaw
Seperti hal nya dengan jenis burung Macaw pada umumnya yang memiliki kecerdasan serta keindahan bulu yang dimiliki oleh Buffon Macaw banyak dipelihara oleh para penghobi burung paruh bengkok. Dengan kesabaran dan ketekunan dalam melatih, burung Buffon Macaw bisa diajari melakukan beberapa trik seperti basket, menabung, bersepeda selain itu Buffon Macaw juga bisa dilatih untuk bicara (menirukan suara manusia).
Kandang Ideal Untuk Buffon Macaw
Buffon Macaw tergolong jenis burung parbeng yang memiliki ukuran tubuh yang panjang dan besar, yaitu panjang 85-90 cm dan berat bisa mencapai 1,3 kg. Jadi bagi Anda yang akan memeliharanya maka sediakanlah sebuah kandang yang ideal untuk ditempati Makaw Buffon dengan ukuran 1,5 m tinggi 2 m dan jeruji yang halus dan kuat.
Makanan Yang Baik Untuk Buffon Macaw
Pemberian jenis pakan yang bervariasi dan masih segar sangat bagus untuk diberikan untuk Buffon Makaw, ada pun makanan yang bisa Anda berikan diantaranya berbagai jenis biji-bijian, kacang, buah serta sayuran. Sebagai selingan bisa Anda berikan pakan berupa pellet khusus untuk burung Macaw yang bisa di dapat di toko hewan peliharaan khususnya burung.
Harga Jual Buffon Macaw
Jenis burung import yang satu ini tergolong sangat mahal, hanya sedikit orang yang mampu untuk bisa mengadopsinya. Untuk satu ekor burung Buffon Macaw dewasa yang telah jinak (jitot) dan memiliki beberapa skil melakukan trik serta FF dibanderol dengan harga sekitar 70 juta.
Mempelajari Reproduksi Burung Buffon Macaw
Dengan semakin populernya burung Macaw sebagai hewan peliharaan, hal tersebut tentunya akan berdampak pada populasi Macaw Buffon semakin sedikit dan langka di habitat asalnya karena penangkapan oleh manusia.
Banyak para pecinta burung Parrot khususnya Buffon Macaw membudidayakannya dan sudah banyak diantara mereka yang telah berhasil menghasilkan anakan burung Macaw Buffon untuk memenuhi kebutuhan permintaan para penghobi burung paruh bengkok, dengan begitu akan sedikit mengurangi perburuan liar burung Buffon Macaw di alam bebas sehingga akan bisa tetap lestari.
Sulit tidaknya menangkarkan burung Macaw Buffon tergantung keuletan, ketekunan serta kemauan kita dalam mempelajari karakter Buffon Macaw dalam bereproduksi. Memahami kebiasaan kehidupan Buffon Macaw di habitat aslinya akan bisa membantu kita dalam beternak Macaw Buffon.
Di alam bebas, bulan Desember hingga akhir bulan April merupakan musim kawin bagi Great Green Macaw namun rentang waktu tersebut tergantung pada lokasi pesebaran Buffon Macaw. Ketika burung Macaw Buffon jantan dan betina dewasa telah menemukan jodoh dan kawin, sepasang burung Macaw Buffon tadi akan bersarang di lubang/rongga pohon untuk menempatkan telur dan membesarkan anak mereka. Burung Macaw Buffon betina akan meneluarkan 2-3 butir telur yang akan dierami (inkubasi) selama sekitar satu bulan.
Seperti halnya dengan jenis burung Macaw lainnya, Buffon Macaw berasal dari benua Amerika, habitat aslinya menetap dan berkembangbiak dihutan tropis yang berada di Honduras, Panama, Nikaragua, Ekuador, Kosta Rika, dan Kolombia yang banyak terdapat pohon Almendro (Dipteryx panamensis).
Karakteristik Burung Buffon Macaw
- Panjang Macaw Buffon kurang lebih 85-90 cm dengan berat sekitar 1,3 kg.
- Bulu didominasi warna hijau.
- Dahi bewarna kemerahan.
- Punggung bawah, pantat, hingga bulu ekor atas berwarna biru pucat.
- Wajah berpola garis dengan bulu lembut berwarna gelap, pada Macaw Buffon betina yang telah dewasa bulu halus tersebut akan berwarna kemerahan.
Ara ambiguus memiliki dua subspesies, yaitu :
-Ara ambiguus ambiguus habitat asalnya dari Honduras ke Kolombia Barat.
-Ara ambiguus guayaquilensis terisolasi di ekuador dan sebagian Selatan-barat Kolombia.
Cara Memelihara dan Perawatan Buffon Macaw
Seperti hal nya dengan jenis burung Macaw pada umumnya yang memiliki kecerdasan serta keindahan bulu yang dimiliki oleh Buffon Macaw banyak dipelihara oleh para penghobi burung paruh bengkok. Dengan kesabaran dan ketekunan dalam melatih, burung Buffon Macaw bisa diajari melakukan beberapa trik seperti basket, menabung, bersepeda selain itu Buffon Macaw juga bisa dilatih untuk bicara (menirukan suara manusia).
Kandang Ideal Untuk Buffon Macaw
Buffon Macaw tergolong jenis burung parbeng yang memiliki ukuran tubuh yang panjang dan besar, yaitu panjang 85-90 cm dan berat bisa mencapai 1,3 kg. Jadi bagi Anda yang akan memeliharanya maka sediakanlah sebuah kandang yang ideal untuk ditempati Makaw Buffon dengan ukuran 1,5 m tinggi 2 m dan jeruji yang halus dan kuat.
Makanan Yang Baik Untuk Buffon Macaw
Pemberian jenis pakan yang bervariasi dan masih segar sangat bagus untuk diberikan untuk Buffon Makaw, ada pun makanan yang bisa Anda berikan diantaranya berbagai jenis biji-bijian, kacang, buah serta sayuran. Sebagai selingan bisa Anda berikan pakan berupa pellet khusus untuk burung Macaw yang bisa di dapat di toko hewan peliharaan khususnya burung.
Harga Jual Buffon Macaw
Jenis burung import yang satu ini tergolong sangat mahal, hanya sedikit orang yang mampu untuk bisa mengadopsinya. Untuk satu ekor burung Buffon Macaw dewasa yang telah jinak (jitot) dan memiliki beberapa skil melakukan trik serta FF dibanderol dengan harga sekitar 70 juta.
Mempelajari Reproduksi Burung Buffon Macaw
Dengan semakin populernya burung Macaw sebagai hewan peliharaan, hal tersebut tentunya akan berdampak pada populasi Macaw Buffon semakin sedikit dan langka di habitat asalnya karena penangkapan oleh manusia.
Banyak para pecinta burung Parrot khususnya Buffon Macaw membudidayakannya dan sudah banyak diantara mereka yang telah berhasil menghasilkan anakan burung Macaw Buffon untuk memenuhi kebutuhan permintaan para penghobi burung paruh bengkok, dengan begitu akan sedikit mengurangi perburuan liar burung Buffon Macaw di alam bebas sehingga akan bisa tetap lestari.
![]() |
| photo : bbc.co.uk |
Di alam bebas, bulan Desember hingga akhir bulan April merupakan musim kawin bagi Great Green Macaw namun rentang waktu tersebut tergantung pada lokasi pesebaran Buffon Macaw. Ketika burung Macaw Buffon jantan dan betina dewasa telah menemukan jodoh dan kawin, sepasang burung Macaw Buffon tadi akan bersarang di lubang/rongga pohon untuk menempatkan telur dan membesarkan anak mereka. Burung Macaw Buffon betina akan meneluarkan 2-3 butir telur yang akan dierami (inkubasi) selama sekitar satu bulan.
Jumat
Merpati Endemik Jenis Keter
java pigeon - Dari sekian banyak jenis Burung Merpati ras asli Indonesia (endemik), Merpati Keter adalah salah satunya. Merpati ras ini masih bisa kita jumpai Pulau Jawa, dan Povinsi Jawa Timur khususnya Kabupaten Lumajang, Jember dan sekitarnya masih banyak dilestarikan oleh para pecinta Merpati Endemik.
Ada beberapa hal menarik yang sangat disukai oleh para pecinta burung Merpati Keter yang merupakan jenis Merpati penerbang ini, yaitu memiliki kemampuan terbang lama, tinggi namun pelan. Bahkan oleh para pecinta Merpati endemik memiliki teknik melatih agar Merpati Keter kuat terbang lama dengan jarak tempuh yang lumayan jauh mengitari kawasan kandang di atas langit.
Ciri Fisik Merpati Keter :
Warna Merpati Keter
Memiliki beberapa jenis warna varian yang solid atau 1 warna diantaranya, megan: blue, gambir: coklat hitam dan putih.
Merpati Keter Putih Yang Langka
Seperti halnya dengan jenis Merpati Keter yang lainnya, Merpati Keter Putih polos ini memiliki kemampuan terbang tinggi dalam waktu yang lama dengan gerakan yang yang menawan untuk dinikmati. Bagi para pecinta burung Merpati hias lokal (endemik), Merpati Keter putih polos termasuk jenis yang sangat sulit untuk didapatkan (langka) oleh sebab itulah Merpati Keter Putih Polos ini biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan Merpati Keter lainnya.
Berikut adalah salah satu koleksi foto/gambar Merpati Keter putih polos koleksi dari Merpati Bulurejo Farm:
Kriteria Penilaian dalam Kontes Merpati Hias Lokal
Dengan seiringnya waktu, yang dulunya Merpati Keter dipelihara oleh pecinta burung merpati sebagai Merpati penerbang yaitu dalam permainan merpati gethakan, gaburan dan tomprangan kini Merpati lokal jenis Keter juga dibudidayakan sebagai Merpati hias (fancy pigeon). Adapun speck atau kriteria yang harus diperhatikan dalam mengikuti kontes Merpati lokal jenis kether yaitu
>>Bentuk Dan Ukuran Kepala = 48 poin
(*) Untuk kombinasi warna paruh dan kuku selain warna hitam ada warna lain yaitu putih nilai poin seri
(**) Motiv warna pada Ras Keter hanya solid satu warna
=>Diskualifikasi:
Ada beberapa hal menarik yang sangat disukai oleh para pecinta burung Merpati Keter yang merupakan jenis Merpati penerbang ini, yaitu memiliki kemampuan terbang lama, tinggi namun pelan. Bahkan oleh para pecinta Merpati endemik memiliki teknik melatih agar Merpati Keter kuat terbang lama dengan jarak tempuh yang lumayan jauh mengitari kawasan kandang di atas langit.
Ciri Fisik Merpati Keter :
- Ukuran tubuh sedang.
- Warna paruh hitam berukuran pendek.
- Hidung berukuran kecil dan pada pangkal hidungnya berwarna hitam.
- Nampak terlihat buas karena memiliki tatapan mata yang tajam dengan warna mata merah darah kental.
- Dahi kepala kelihatan cembung atau kelihatan nonong.
- Berjambul (kuncir) lebar/hampir melingkar di kepala, yaitu dari batas kepala dengan lehernya.
- Bulu dibagian pipi atau dibawah mata membelah horisontal sampai kebelakang kucir atau jambul.
- Bentuk leher terlihat besar.
- Bentuk sayap simetris kebelakang dan panjangnya tidak melebihi panjang ekor.
- Warna kulit kaki merah bersih mengkilap dan tidak bersimbar (bulu kaki)
- Posisi berdiri tegap mempesona.
- Memiliki kemampuan terbang berjam-jam saat ngawang hingga tak terlihat oleh mata telanjang, dengan terbang tinggi berputar-putar (spiral) mengitari kandang/pagupon hingga kurang lebih 15KM.
- Homing atau daya ingat pulang ke kandang cukup kuat.
- Jika dibandingkan dengan Merpati Melati, Keter kalah gesit saat terbang.
- Kecepatan terbang tergolong rendah (terbang santai).
Warna Merpati Keter
Memiliki beberapa jenis warna varian yang solid atau 1 warna diantaranya, megan: blue, gambir: coklat hitam dan putih.
![]() |
| Keter Hitam |
![]() |
| Keter Megan/Blue |
![]() |
| Keter Coklat/Red/Merah |
![]() |
| Keter Totog/ekor hitam |
Merpati Keter Putih Yang Langka
Seperti halnya dengan jenis Merpati Keter yang lainnya, Merpati Keter Putih polos ini memiliki kemampuan terbang tinggi dalam waktu yang lama dengan gerakan yang yang menawan untuk dinikmati. Bagi para pecinta burung Merpati hias lokal (endemik), Merpati Keter putih polos termasuk jenis yang sangat sulit untuk didapatkan (langka) oleh sebab itulah Merpati Keter Putih Polos ini biasanya dijual dengan harga yang lebih mahal jika dibandingkan dengan Merpati Keter lainnya.
Berikut adalah salah satu koleksi foto/gambar Merpati Keter putih polos koleksi dari Merpati Bulurejo Farm:
Kriteria Penilaian dalam Kontes Merpati Hias Lokal
Dengan seiringnya waktu, yang dulunya Merpati Keter dipelihara oleh pecinta burung merpati sebagai Merpati penerbang yaitu dalam permainan merpati gethakan, gaburan dan tomprangan kini Merpati lokal jenis Keter juga dibudidayakan sebagai Merpati hias (fancy pigeon). Adapun speck atau kriteria yang harus diperhatikan dalam mengikuti kontes Merpati lokal jenis kether yaitu
>>Bentuk Dan Ukuran Kepala = 48 poin
- Bentuk dan Ukuran Paruh pendek, kecil seperti butir biji padi, berwarna hitam terang / tidak kusam (*) = 4 poin
- Hidung kecil tidak mengembang, permukaanya berwarna putih bersih dengan pangkal hidung kelihatan hitam = 3 poin
- Warna mata merah darah kental / mata Jawa = 4 point
- Bentuk dan Ukuran Kucir / Jambul Tebal, Melingkar separuh lingkaran (Ciri Khas) = 15 poin
- Bentuk dan Ukuran kepala yang Besar dan gagah, pada bagian dahi kepala kelihatan cembung atau kelihatan nonong, jika di pegang kepalanya di tekuk ke bawah seperti di sembunyikan / menunduk = 12 poin
- Tatapan mata yang tajam burung kelihatan buas = 2 poin
- Kombinasi Keseluruhan yang serasi = 4 poin
- Bentuk dan ukuran leher besar kelihatan gagah = 5 poin
- Bulu di bagian pipi / dibawah mata membelah horisontal sampai kebelakang kucir/jambul (Ciri Khas) = 12 poin
- Ukuran tubuh besar, kekar = 6 poin
- Bentuk kedua sayap simetris kebelakang, dan panjangnya tidak melebihi panjang ekor = 2 poin
- Bentuk ekor lurus dan mengumpul tidak mengembang ke samping = 2 poin
- Warna bulu sayap, ekor, dan tubuh adalah full / solid 1 warna, pada bagian ini Keter memiliki pola warna yang khusus yaitu Coklat / Gambir, Blue Bar/ Megan, Hitam, dan Putih.(**) = 10 poin
- Posisi berdiri 45°, dan tegap = 2 poin
- Keseluruhan kondisi bagus, = 6 poin
- Warna kulit kaki merah bersih mengkilap = 4 poin
- Kuku berwarna hitam, Bentuk tulang jari-jari keseluruhan simetris dan kokoh berdiri sempurna (*) = 3 poin
(*) Untuk kombinasi warna paruh dan kuku selain warna hitam ada warna lain yaitu putih nilai poin seri
(**) Motiv warna pada Ras Keter hanya solid satu warna
=>Diskualifikasi:
- Ukuran paruh besar dan panjang
- Ukuran jambul tidak Tebal dan melingkar
- Tidak terdapat garis bulu vertical di bagian pipi bawah mata sampai ke belakang jambul
- Adanya tanda burung sakit: batuk, pilek, goam, diare, dsb;
- Adanya tanda burung cacat : kaki berselaput, rahang bengkok, dan cacat lainnya;
- Adanya parasite di tubuh: kutu, tungau, dsb.
Rabu
Jawa Sungut Merpati Endemik yang Super Langka
peternak - Dari sekian banyak jenis merpati endemik yang ada di Indonesia, jawa sungut merupakan jenis yang paling fenomenal. Bagaimana tidak, merpati jawa sungut (JS) ini memiliki homing yang kuat meskipun masih kalah jika dibandingkan dengan jenis merpati pos, namun JS memiliki keunggulan tersendiri yaitu mampu terbang dimalam hari disaat bulan purnama. Karena hal tersebut banyak diantara para penghobi merpati pos melakukan persilangan antara jawa sungut dengan merpati pos dengan harapan rambon yang dihasilkan akan lebih baik. Selain kemampuan terbangnya, JS salah satu jenis yang merpati yang sudah amat langka dalam kemurnian Keturunannya.
Untuk lebih mengenal merpati jawa sungut berikut ini kami sajikan rangkuman yang coba kami kumpulkan dari berbagai sumber berikut ini:
Merpati Sungut / jawa sungut terdapat 2 jenis yaitu:
Dan berikut ini adalah sedikit pakem/kriteria ideal tentang merpati Jawa Sungut dari komunitas IEPC ( Indonesian Endemic Pigeon Community ) yang tentunya belum 100% sempurna, beberapa hal pokok disini nantinya yang akan kita buat acuan kontes atau catatan ideal seekor merpati Jawa Sungut.
Untuk lebih mengenal merpati jawa sungut berikut ini kami sajikan rangkuman yang coba kami kumpulkan dari berbagai sumber berikut ini:
Merpati Sungut / jawa sungut terdapat 2 jenis yaitu:
- Sungut kucing di sebut begitu karena bulu halus diatas hidung tumbuh ke samping belah tengah hidung kayak kumis, jenis ini sangat langka ( sampai saat ini sangat susah menjumpai jenis ini apalagi di pasaran ).
- Sungut polos sungut ini masih banyak kita jumpai di pasar2 yg membedakan sungut jenis ini sama sungut kucing hanya bulu halus diatas hidung kalo yg jenis ini bulu halusnya sedikit jegrak.
- Memiliki kelebihan terbang tinggi diatas rata-rata merpati lainnya, istilah jawanya nglamuk/melik-melik,
- Kecepata terbangnya di bawah rata-rata merpati lainnya.
- Malas terbang, namun bila terbang dia akan terbang sangat tinggi sekali. Dan kalau turun seperti burung alap-alap.
Dan berikut ini adalah sedikit pakem/kriteria ideal tentang merpati Jawa Sungut dari komunitas IEPC ( Indonesian Endemic Pigeon Community ) yang tentunya belum 100% sempurna, beberapa hal pokok disini nantinya yang akan kita buat acuan kontes atau catatan ideal seekor merpati Jawa Sungut.
- Paruh berwarna hitam dan pendek, antara kepala dan paruh lurus/tanpa cekung seolah membentuk sudut lancip,
- Pial hidung tertutup bulu bulu tegak tipis/seolah sungut(kumis),
- Mata merah gelap (mata jawa),
- Bulu badan keseluruhan hitam legam,
- Leher kekar berbulu lebat,
- Badan besar makin besar makin bagus,
- Sayap kuat tulangan besar,
- Kaki berwarna merah keunguan dan bersih tanpa bulu,
- Kuku kuku berwarna hitam
Untuk mendapatkan jenis merpati sungut yang masih berdarah JS murni (belum disilangkan dengan jenis lain) saat ini amat sangat susah, JS sangatlah langka hal ini disebabkan banyak jenis ini dijadikan sebagai merpati pedaging karena rata-rata merpati jawa sungut mempunyai body besar dan daging yang tebal.
Berikut adalah beberapa koleksi merpati jawa sunggut yang tetap dilestarikan oleh para pecinta burung merpati endemik.
Berikut adalah beberapa koleksi merpati jawa sunggut yang tetap dilestarikan oleh para pecinta burung merpati endemik.
![]() |
| jawa sungut banyumasan |
![]() |
| jawa sungut betawi |
![]() |
| Jawa Sungut Kedu |
![]() |
| Jawa Sungut Madura |
Sekian semoga rangkuman yang kami himpundari beberapa narasumber ini mampu menambah wawasan Sobat tentang jenis merpati jawa sungut (JS) yang saat ini harga jual amat tinggi karena makin super langka nya jenis ini dipasaran maupun yang dimiliki oleh para pecinta merpati. Salam bekur ( lampung lovers )
Sabtu
Penjelasan Satwa Yang Dilindungi CITES dan PP RI 7 tahun 1999
kolektor hewan - Akhir-akhir ini banyak pedagang satwa dilindungi yang diciduk oleh aparat. Dan penghobi satwa eksotik pun kelimpungan bertanya kiri-kanan apakah satwa peliharaannya termasuk dilindungi atau tidak. Lalu kemudian beredar desas desus mengenai status Appendix 1 hingga 3 yang disalahgunakan menjadi tolak ukur dilindungi atau tidaknya suatu satwa di Indonesia.
Tentunya sebagai penggemar satwa, nama latin dari satwa peliharaan umumnya tidak asing bagi penghobi, dimana nama latin digunakan untuk identifikasi spesies secara spesifik.
Istilah Hewan Dilindungi
Sebagai penghobi dan warga negara yang baik tentunya kita memiliki tujuan yang sama yaitu melestarikan hewan eksotik yang kita cintai, mulai dari reptil, mamalia, maupun keluarga aves atau burung. Namun sudahkah kesadaran akan istilah dilindungi dimengerti 100% oleh kita ?
Berawal dari kegatelan di mata membaca komentar di postingan facebook bahwa hewan Appendix 1 atau 2 diidentikan dengan hewan dilindungi dan seterusnya, maka dengan tulisan sederhana ini untuk meningkatkan kesadaran kita bersama mengenai status hewan yang dilindungi maupun tidak di negara ini. Aturan yang mengikat dan berlaku mengenai hewan dilindungi di Indonesia adalah PP RI 7 tahun 1999 mengenai Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi dan, Istilah Appendix 1-3 tidak berlaku untuk jual beli/pemeliharaan/pengembangbiakkan satwa di Indonesia.
Penjelasan
CITES atau Convention on International Trade of Endangered Species of Fauna and Flora, atau dalam bahasa kita nih, Konvensi Perdagangan International dari Spesies Fauna (hewan) dan Flora (tumbuhan). Yang artinya, CITES yang memiliki istilah Appendix tidak mengacu pada perdagangan satwa dalam negeri. Misalnya si A warga Jakarta membeli kucing hutan (Felis bengalensis) dari si B warga Bandung. Maka peraturan yang berlaku untuk menangkap si A dan B adalah PP RI 7 tahun 1999 tersebut, karena sudah memperjualbelikan satwa langka.
sementara jika ingin memperjualbelikan spesies ini keluar negeri, hanya diizinkan apabila ada pengecualian keadaan.
Cara kerja CITES
Adalah dengan menilai perdagangan internasional suatu spesimen dari species terpilih untuk menjaga kontrol tertentu. Semua impor , expor, expor ulang dan pengenalan berbagai spesies yang dilindungi oleh Konvensi harus disetujui melalui sistem lisensi. Setiap Anggota Konvensi harus menunjuk satu atau lebih Badan Otoritas Perlindungan yang mengatur sistim lisensi ini dan satu atau lebih Badan Otoritas Sains, untuk menasehati Otoritas Perlindungan tersebut atas efek yang ditimbulkan apabila ada perdagangan atas suatu spesies.
Spesies yang dilindungi oleh CITES terdaftar dalam 3 lampiran (appendix), tergantung dari tingkat perlindungan yang mereka butuhkan. Jadi, intinya tidak semua hewan yang masuk CITES Appendix 1 atau 2 itu dilindungi PP RI 7 tahun 1999, contohnya :
Burung Kakatua Alba/ jambul payung (Cacatua alba) - CITES Appendix 2 - tidak dilindungi PP7 th 99
Burung Kakatua Rawa (Cacatua sanguinea) - CITES Appendix 2 - tidak dilindungi PP7 th 99
Sementara, yang termasuk dilindungi:
Ular Sanca Bodo (Python molurus) - CITES Appendix 2 - dilindungi PP7 th99
dan lain lain
So, mulai sekarang biasakanlah untuk menggunakan istilah yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman antar penghobi. Karena kesalahpahaman dapat menjerumuskan
oleh Georgian Marcello untuk penghobi satwa eksotis Indonesia.( lumajang )
Tentunya sebagai penggemar satwa, nama latin dari satwa peliharaan umumnya tidak asing bagi penghobi, dimana nama latin digunakan untuk identifikasi spesies secara spesifik.
Istilah Hewan Dilindungi
Sebagai penghobi dan warga negara yang baik tentunya kita memiliki tujuan yang sama yaitu melestarikan hewan eksotik yang kita cintai, mulai dari reptil, mamalia, maupun keluarga aves atau burung. Namun sudahkah kesadaran akan istilah dilindungi dimengerti 100% oleh kita ?
Berawal dari kegatelan di mata membaca komentar di postingan facebook bahwa hewan Appendix 1 atau 2 diidentikan dengan hewan dilindungi dan seterusnya, maka dengan tulisan sederhana ini untuk meningkatkan kesadaran kita bersama mengenai status hewan yang dilindungi maupun tidak di negara ini. Aturan yang mengikat dan berlaku mengenai hewan dilindungi di Indonesia adalah PP RI 7 tahun 1999 mengenai Jenis-jenis Tumbuhan dan Satwa yang Dilindungi dan, Istilah Appendix 1-3 tidak berlaku untuk jual beli/pemeliharaan/pengembangbiakkan satwa di Indonesia.
Penjelasan
CITES atau Convention on International Trade of Endangered Species of Fauna and Flora, atau dalam bahasa kita nih, Konvensi Perdagangan International dari Spesies Fauna (hewan) dan Flora (tumbuhan). Yang artinya, CITES yang memiliki istilah Appendix tidak mengacu pada perdagangan satwa dalam negeri. Misalnya si A warga Jakarta membeli kucing hutan (Felis bengalensis) dari si B warga Bandung. Maka peraturan yang berlaku untuk menangkap si A dan B adalah PP RI 7 tahun 1999 tersebut, karena sudah memperjualbelikan satwa langka.
sementara jika ingin memperjualbelikan spesies ini keluar negeri, hanya diizinkan apabila ada pengecualian keadaan.
Cara kerja CITES
Adalah dengan menilai perdagangan internasional suatu spesimen dari species terpilih untuk menjaga kontrol tertentu. Semua impor , expor, expor ulang dan pengenalan berbagai spesies yang dilindungi oleh Konvensi harus disetujui melalui sistem lisensi. Setiap Anggota Konvensi harus menunjuk satu atau lebih Badan Otoritas Perlindungan yang mengatur sistim lisensi ini dan satu atau lebih Badan Otoritas Sains, untuk menasehati Otoritas Perlindungan tersebut atas efek yang ditimbulkan apabila ada perdagangan atas suatu spesies.
Spesies yang dilindungi oleh CITES terdaftar dalam 3 lampiran (appendix), tergantung dari tingkat perlindungan yang mereka butuhkan. Jadi, intinya tidak semua hewan yang masuk CITES Appendix 1 atau 2 itu dilindungi PP RI 7 tahun 1999, contohnya :
| Kakatua Alba |
| Kakatua rawa |
Sementara, yang termasuk dilindungi:
| Sanca Bodo |
| Kucing Hutan |
So, mulai sekarang biasakanlah untuk menggunakan istilah yang benar agar tidak terjadi kesalahpahaman antar penghobi. Karena kesalahpahaman dapat menjerumuskan
oleh Georgian Marcello untuk penghobi satwa eksotis Indonesia.( lumajang )
Kamis
Membedakan Jantan dan Betina Strawberry Finch
bekasi - Beternak Burung Pipit Benggala atau dikenal juga dengan nama strawberry finch(Amandava amandava) ini tergolong lebih mudah jika dibandingkan dengan jenis burung ocehan. Prospek budidaya Burung Finch saat ini sangat menjanjikan, hal ini karena populasi burung jenis ini yang semakin langka dijumpai dialam bebas.
So, bagi sobat ternak yang tertarik untuk membudidayakan burung jenis ini, Sobat perlu bisa membedakan jantan dan betina dengan melihat perbedaan ciri fisik yang dimiliki. Adapun perbedaan ciri fisiknya adalah sebagai berikut
Burung jantan:
So, bagi sobat ternak yang tertarik untuk membudidayakan burung jenis ini, Sobat perlu bisa membedakan jantan dan betina dengan melihat perbedaan ciri fisik yang dimiliki. Adapun perbedaan ciri fisiknya adalah sebagai berikut
Burung jantan:
- Warna merah padam.
- Sayap dan ekor kehitaman.
- Ada bintik-bintik pada sisi tubuh.
- Sayap dan tunggir berbintik putih kecil.
- Tubuh bagian bawah kuning tua abu-abu.
- Mantel coklat.
- Tunggir merah.
- Sayap dan ekor kehitaman.
- Ada beberapa bintik putih pada sayap.
- Iris coklat.
- Paruh merah.
- Kaki merah daging.
Langganan:
Postingan
(
Atom
)
















